Viral di Media Sosial

Cerita Polwan Tangani Kasus Pencabulan Balita, Korban Jadi Berperilaku Aneh Setiap Lihat Binatang

Polwan menceritakan pengalamannya menangani kasus pencabulan terhadap balita laki-laki berusia 4 tahun. Korban jadi berperilaku aneh!

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Tribunnews.com
Ilustrasi Balita - Polwan menceritakan pengalamannya menangani kasus pencabulan terhadap balita laki-laki berusia 4 tahun. Balita malang tersebut kini mengalami perubahan sikap yang sangat parah. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kanit II PPA Polda Metro Jaya Kompol Endang Sri Lestari menceritakan pengalamannya menangani kasus pencabulan terhadap balita laki-laki berusia 4 tahun.

Endang menyebut setelah menjadi korban pencabulan, balita malang tersebut mengalami perubahan sikap yang sangat parah.

 

 

Hal tersebut diceritakan Endang di akun TikTok resmi Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Mulanya Endang menjelaskan balita itu dicabuli oleh seorang pria dewasa.

"Pernah kami menangani kasus itu kekerasan seksual yang dilakukan orang dewasa terhadap anak usia 4 tahun laki-laki," kata Endang.

Kini balita korban pencabulan tersebut sudah duduk di bangku SMP.

Meski peristiwa pencabulan sudah terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, ternyata korban masih mengalami trauma parah.

"Informasi terakhir yang saya dapat, anak ini sekarang sudah SMP," ujar Endang.

"Tapi ini dia mengalami trauma yang luar biasa," imbuhnya.

Tak hanya trauma, setelah menjadi korban pencabulan, korban juga mengalami perubahan perilaku.

Korban menjadi merasa berhasrat setiap melihat binatang.

balita korban pencabulan
Kanit II PPA Polda Metro Jaya Kompol Endang Sri Lestari menceritakan pengalamannya menangani kasus pencabulan terhadap balita laki-laki berusia 4 tahun. Korban alami perubahan perilaku yang luar biasa.

"Korban mengalami perubahan perilaku," ucap Endang.

"Ketika anak ini ketemu dengan binatang, dia selalu mengejar-ngejar ingin menyetubuhi,"

"Naik-naik dipunggung binatangnya itu," imbuhnya.

Pencabulan yang dialami di usia 4 tahun, benar-benar menghancurkan mental sang bocah.

Selain bernafsu melihat binatang, korban juga menjadi berhasrat ketika melihat benda yang memiliki lubang.

"Dan saat ini dia juga jadi cenderung menyukai seksual yang sifatnya tidak lazim," ujar Endang.

"Misal dia menemukan benda-benda yang ada lubangnya melihat hal itu cenderung mengekspresikan hasyrat seksualnya," imbuhnya.

Endang menegaskan dampak dari pelecehan seksual terhadap anak-anak menimbulkan efek jangka panjang yang sangat berbahaya.

"Ini kan dampak yang sangat luar biasa," kata Endang.

Endang menjelaskan untuk melakukan rehabilitasi mental korban kekerasan seksual bukan perkara yang mudah.

Sejumlah netizen yang mendengar cerita Endang merasa sangat syok sekaligus miris.

"gakuaat ya allah"

"Mengerikan sekali buk Semoga anak-anak kita senantiasa dijauhkn dr hal buruk"

"sedih bgt. bener2 harus diobatin'

"Allahu akbar syok banget dengannya"

"ga tau gimana mau ngomong lagi, ... trauma yg sangat mendlm & apakah bs sembuh"

 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved