Cantiknya PLBN Jagoi Babang, Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Tegak Berdiri di Beranda Indonesia

Melihat cantiknya PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat. Menara Pengintai khas Dayak Bidayuh tegak berdiri di beranda Indonesia.

Tayang:
TribunJakarta.com/Ferdinand Waskita
Menara Pengintai Khas Suku Dayak Bidayuh di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang. Melihat cantiknya PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat. Menara Pengintai khas Dayak Bidayuh tegak berdiri di beranda Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNJAKARTA.COM, BENGKAYANG - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang memperlihatkan budaya unsur lokal.

Budaya lokal yakni adat suku Dayak Bidayuh membuat bangunan PLBN Jagoi Babang yang terletak di Bengkayang, Kalimantan Barat nampak cantik.

Apalagi, PLBN Jagoi Babang merupakan etalase Indonesia yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Plt Kepala PLBN Jagoi Babang, Misdo Jerry yakin pos perbatasan yang dipimpinnya bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat sekitar.

Pasalnya, terdapat sejumlah bangunan ikonik semisal Menara Pengintai dan Rumah Panjang yang dapat menjadi spot foto menarik.

"Pada prinsipnya sih, PLBN pada umumnya ini memang menjadi destinasi ya karena masyarakat itu pasti berfoto, psti datang ke sini," kata Misdo ditemui di PLBN Jagoi Babang, Selasa (12/12/2023).

Menara Pengintai Khas Suku Dayak Bidayuh di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang.
Menara Pengintai Khas Suku Dayak Bidayuh di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang. (TribunJakarta.com/Ferdinand Waskita)

"Dan PLBN Jagoi Babang ini bagi saya sebetulnya ini lumayan cantik ya. Dalam arti begini, di titik nol nanti ada gerbang kedatangan dari Malaysia, itu diambil dari adat Dayak juga, Rumah Panjang sebetulnya. Nah, itu kalau itu jadi, itu bagus sekali," tambah Misdo.

Diketahui, PLBN Jagoi Babang memiliki luas lahan 143.200 m2 dan luas bangunan 10.694 m2.

PLBN Jagoi Babang berlokasi di Desa Jagoi yang berjarak kurang lebih 268 Km dari Bandar Supadio Pontianak atau sekitar 7 jam perjalanan mengggunakan mobil.

Setiap hari kurang lebih 50 orang melintasi PLBN Jagoi Babang.

Kapel di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.
Kapel di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat. (TribunJakarta.com/Ferdinand Waskita)

Komoditas ekspor yang dikirim ke Malaysia yakni hasil pertanian yakni sayur dan buah. Selain itu, kerajinan rotan berupa tikar, kursi dan hiasan juga diekspor ke negeri jiran.

Sedangkan komoditas impor yakni kebutuhan pokok yakni makanan dan sabun

Misdo mengatakan masyarakat nantinya dapat berkunjung dan berfofo di Titik Nol. Sehingga PLBN Jagoi Babang bisa menjadi area wisata.

Saat TribunJakarta berkunjung ke PLBN Jagoi Babang, bangunan inti didominasi dengan kaca. Pemandangan alam sekitar PLBN Jagoi Babang pun menjadi lebih indah.

Masjid di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.
Masjid di PLBN Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat. (TribunJakarta.com/Ferdinand Waskita)
Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved