Sukur Nababan Komentari Pernyataan Cak Imin Soal Dompet Warga Bekasi Kempis: Rakyat Jangan Dihina 

Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan komentari pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut dompet warga Bekasi kempis.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Pebby Adhe Liana
Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com
Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi, Rabu (20/12/2023). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Ketua DPP PDI Perjuangan Sukur Nababan komentari pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut dompet warga Bekasi kempis.

Hal ini disampaikan Sukur saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Rabu (20/12/2023). 

"Rakyat ini jangan dihina, disepelekan kalau tidak punya uang, tugas pemerintah, tugas pengambil keputusan bukan menghina rakyatnya tetapi mengambil keputusan memfasilitasi rakyatnya agar memiliki uang," kata Sukur. 

Sebagai informasi, sebelumnya cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar sempat melakukan kunjungan pada Senin (18/12/2023) lalu di Gedung Guru, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.  

Dalam kunjungan bertajuk Silaturahmi Majelis Taklim se-Kabupaten Bekasi tersebut, Cak Imin berkelakar soal perekonomian masyarakat Bekasi yang dinilai masih sulit.  

“Jangan kayak orang Bekasi, di sini malnya banyak megah-megah tapi cuma lihat sambil muter,"

"Jalan-jalan ke mal muter saja, terus anaknya bilang 'cuma lihat-lihat dong bu'. Lah iya orang dompetnya kempes,” kata Cak Imin dalam acara itu.

Dalam hal ini menurut Sukur, tugas pemerintah atau pemimpin harusnya memfasilitasi rakyat agar bisa meningkat taraf perekonomiannya. 

Daya beli masyarakat yang rendah di tengah megahnya mal-mal yang ada di sekitar tempat tinggal mereka, dinilai Sukur merupakan hal yang memprihatinkan.

Sehingga jika dilihat dari kacamata pemimpin, hal ini sangat menyedihkan.

"Datang ke mal tidak punya uang yang salah siapa? Apakah rakyat yang salah? Apakah rakyat layak kita hina? Kita rendahkan? Harusnya kita sedih, Saya sebagai pemimpin ya kalau saya lihat saya sedih," tegas dia. 

Rendahnya daya beli itu, kata dia disebabkan karena salah satu faktor yaknj tidak adanya pekerjaan.

Di sisi lain, tujuan pembangunan yang dilakukan salah satunya harus dapat membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. 

"Karena tidak ada pekerjaan, jadinya ke mal cuci mata, tidak bisa menikmati, itu kan tujuan pembangunan ini agar rakyat kalau datang ke mal ya jangan cuci mata, jangan lihat-lihat agar bisa beli," tegas dia. 

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved