Hukum Mengucapkan Selamat Natal Bagi Umat Islam, Begini Pendapat Para Ustaz

Ketahui hukum mengucapkan Selamat Hari Raya Natal bagi umat Islam, apakah diperbolehkan? Berikut pendapat para ustaz.

Editor: Muji Lestari
pexels.com
Ilustrasi natal. Bagaimana hukum mengucapkan selamat natal bagi umta Islam? 

TRIBUNJAKARTA.COM - Umat Kristiani saat ini tengah merayakan Hari Raya Natal 2023.

Banyak orang, selebriti, hingga para tokoh turut mengucapkan Selamat Natal kepada yang merayakan.

Namun, bagaimana dengan umat muslim? Bagaimana hukum mengucapkan Selamat Natal bagi umat Islam?

Perlu diketahui, Natal adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Desember.

Hari Raya Natal merupakan peryaan untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Penjelasan mengenai hukum umat Muslim mengucapkan selamat Natal sebenarnya sudah dijelaskan sejumlah ulama.

Ada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan namun dengan syarat tertentu.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (pexels.com)

Berikut ini hukum mengucapkan Selamat Natal menurut para ustaz:

Ustaz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa hukum mengucapkan selamat Hari Natal bagi umat Muslim adalah haram.

"Hukum mengucapkan ucapan selamat, ingat baik-baik, hukum mengucapkan selamat pada agama lain di luar agama kita di luar keimanan kita sebagai Muslim, itu tidak diperkenankan," kata Ustadz Adi Hidayat.

"Haram hukumnya mengucapkan selamat, misalnya A selamat B yang dalam selamat itu ada unsur pengakuan. Awas, ada unsur pengakuan, ada 'din' selain Islam atau agama yang dibenarkan selain Islam. Itu adalah wilayah keimanan kita," ujarnya.

Ustaz Abdul Somad

Menurut Ustadz Abdul Somad dalam video ceramahnya yang diunggah channel Youtube Mustami' Media, orang yang mengucapkan selamat Hari Natal berarti sudah mengakui tiga hal.

Pertama, mengakui Isa adalah anak Tuhan. Kedua, mengakui Isa lahir pada tanggal 25 Desember. Terakhir, mengakui Isa mati disalib.

"Ketiga-tiganya ini dibantah oleh Alquran," terang Ustadz Abdul Somad.

"Kafirlah orang-orang yang mengatakan Isa trinitas dan anak Tuhan. Tentang Isa lahir 25 Desember juga dibantah," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved