Damkar DKI: Sepanjang 2023 Terjadi 2.286 Kebakaran, Naik 35 Persen Dibanding 2022

Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, ada kenaikan kejadian kebakaran sepanjang 2023.

Kompas. com
Terkuak dugaan penyebab kebakaran besar di permukiman padat di Jalan Manggarai Utara I RT 001 RW 001 Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan pada Kamis (14/12/2023).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, ada kenaikan kejadian kebakaran sepanjang 2023 kemarin dibanding tahun sebelumnya.

Tercatat, jumlah kejadian kebakaran sepanjang 2023 mencapai 2.286 kasus atau naik 35,19 persen dibandingkan tahun 2022 lalu sebanyak 1.691 kejadian.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyebut, kemarau panjang yang terjadi pada 2023 lalu menjadi salah satu penyebab meningkatkan jumlah kejadian kebakaran.

“Untuk saat ini kebakaran meningkat, karena ada musim kemarau yang berkepanjangan. Memang itu musim kemarau yang ekstrem,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/1/2024).

Anak buah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono ini merinci, Jakarta Timur jadi wilayah paling banyak terjadi kebakaran dengan jumlah 594 kejadian. 

Angka ini naik hingga 70 persen dibandingkan tahun 2022 lalu dimana kejadian kebakaran di Jakarta mencapai 349 kejadian.

Di urutan kedua ada wilayah Jakarta Selatan dengan total 573 kejadian kebakaran atau naik 16,46 persen dari sebelumnya 492 kejadian di tahun 2022.

Selanjutnya, Jakarta Barat di peringkat ketiga dengan total 484 kejadian kebakaran atau naik 26,7 persen dari sebelumnya 382 kejadian.

Kemudian, Jakarta Utara dengan total 379 kejadian atau naik 54,07 persen dari sebelumnya 246 kejadian di tahun 2022.

Terakhir, Jakarta Pusat dengan total 256 kejadian atau naik 15,32 persen dari sebelumnya 222 kejadian di tahun sebelumnya.

Meski ada peningkatan kejadian kebakaran, Satriadi mengklaim, respon penanganan terhadap insiden tersebut juga berlangsung dengan cepat.

Ia menyebut, Dinas Gulkarmat DKI telah membentuk Satuan tugas (Satgas) di masing-masing kelurahan yang memiliki tugas mengedukasi masyarakat terkait penanganan kebakaran.

Seperti memberikan pelatihan pemadaman api hingga memberikan sarana dan prasarana kebakaran mandiri seperti apar kepada masyarakat.

“Jadi yang menarik, angka kebakaran yang bisa dipadamkan oleh masyarakat ikut meningkat, karena ada pembinaan yang kami lakukan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved