Hilang dari Lapas, Ternyata Napi Kasus Cabul Ngumpet 2 Pekan di Plafon, Nyerah Gara-gara Cuaca
Aksi narapidana kasus pencabulan anak di bawah umur ngumpet selama dua pekan di plafon Lapas Kelas II A Pontianak.
TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi narapidana kasus pencabulan anak di bawah umur ngumpet selama dua pekan di plafon Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak.
Padahal, napi berinisial AS itu telah dinyatakan kabur sejak 24 Januari 2024.
Napi AS akhirnya menyerah gara-gara cuaca. AS cuma bermodalkan air minum saat tinggal di plafon.
Ia akhirnya ditemukan pada Jumat 9 Februari 2024.
Kepala Lapas Kelas II A Pontianak Julianto Budhi Prasetyono menjelaskan kronologi penemuan narapidana.
AS pertama kali ditemukan saat staf KPLP bersama petugas regu jaga pagi tengah melakukan kontrol serta memeriksa keadaan instalasi listrik di ruang genset.
Petugas menemukan AS dalam keadaan lemah.
"Yang bersangkutan berada di atas plafon selama lebih dari 2 minggu dan hanya berbekal air minum," kata Julianto.
Julianto mengatakan AS turun saat subuh ke ruangan genset.
"Mengaku sudah benar benar tidak mampu berada diatas, apalagi mengingat akhir akhir ini cuaca benar benar ekstrem," tutur Julianto.
Julianto menjelaskan selama ini pihaknya terus melakukan pencarian dengan melibatkan pihak kepolisian.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, AS saat ini telah diamankan ke dalam strap sel tahanan untuk pengamanan dan sanksi atas pelanggarannya.
Atas percobaan kaburnya, Julianto menegaskan bahwa seluruh hak integrasi AS akan dicabut, dan tidak diberikan seperti hak mendapat remisi.
Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News
Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul Napi Lapas Pontianak yang Dinyatakan Kabur Tertangkap, Ternyata 16 hari Sembunyi di Atas Plafon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/napi-kasus-cabul-ngumpet-di-plafon-dan-ilustrasi-penjara.jpg)