Kontroversi Lurah Ancol

Komisi A DPRD DKI Telusuri Dugaan Rasis Lurah Ancol yang Kerap Hina PPSU Miskin

Anggota Komisi A DPRD DKI William Aditya Sarana bakal menelusuri dugaan tindakan rasis yang dilakukan Lurah Ancol Saud Maruli Malik kepada PPSU.

|

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci


TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana bakal menelusuri dugaan tindakan rasis yang kerap dilakukan Lurah Ancol Saud Maruli Malik kepada para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Dugaan rasis mencuat lantaran sang lurah diduga kerap menghina para petugas PPSU di Kelurahan Ancol dengan sebutan miskin.

“Saya cek informasinya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (19/2/2024).

Akibat kerap dihina sang lurah, puluhan petugas PPSU Kelurahan Ancol melakukan aksi banting sapu dan mogok kerja.

Aksi tersebut mereka lakukan di Jalan Lodan Raya, Ancol, Penjaringan, Jakarta Utara pagi tadi.

Pantauan di lokasi, puluhan petugas PPSU itu tampak mengenakan seragam sambil membawa sapu lidi mereka masing-masing.

Kemudian, sapu lidi tersebut dibanding ke jalanan sebagai simbol protes terhadap perilaku lurah yang kerap menghina para petugas PPSU.

Lantaran para petugas PPSU itu mogok kerja, sampah-sampah di sepanjang Jalan Lodan Raya pun dibiarkan berserakan.

Salah satu petugas PPSU Kelurahan Ancol, Fajar mengatakan, aksi mogok kerja ini sekaligus menuntut keadilan dan kebijaksanaan dari lurah.

Ia pun menyebut, hinaan tersebut kerap dilontarkan dari mulut sang lurah saat memimpin apel.

"Kita minta ketegasan dan keadilan. Jadi gini, setiap apel itu Pak Lurah itu selalu memarahi kita, apalagi, yang kita nggak enak hati kan, dengan kata-kata miskin," ucap Fajar di lokasi.

Ia bercerita, salah satu rekannya juga sempat jadi sasaran aksi rasis yang lurah lantaran tak memiliki sepeda motor.

“Saat pemilu, kami dibagi per zona pembagian TPS, kami ditugaskan di beberapa TPS. Ada salah satu teman ditanya ada motor atau tidak, dia menjawab tidak dan langsung dikatain dasar miskin,” ujarnya.

Tak hanya lurah, aksi rasis rupanya juga dilakukan Sekretaris Kelurahan (Sekel) Ancol Kenny Hutagaol.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved