Kepala BP2MI Ungkap Keanehan Penempatan PMI: Skema Pemerintah Baru 3 Negara, Swasta Sudah 80 Negara
Kepala BP2MI Benny Rhamdani menyoroti jumlah negara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih minim.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyoroti jumlah negara penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masih minim.
Benny menyebut, pemerintah masih tidak percaya diri dalam melakukan penempatan para PMI di banyak negara.
Buktinya, kata Benny, selama ini program penempatan PMI dengan skema antarpemerintah atau G to G (government to government) masih menyasar tiga negara, yakni Korea Selatan, Jepang, dan Jerman.
Hal ini ia sampaikan dalam acara pelepasan PMI ke beberapa negara di El Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (4/3/2024).
"Kok negara tidak percaya diri untuk membuka negara (penempatan) seluas-luasnya? BP2MI mewakili negara. Kenapa kita sebagai negara tidak confident, bahwa yang ditempatkan oleh negara itu pasti lebih baik," ucap Benny.
Benny mengungkapkan, program penempatan PMI dengan skema antar perusahaan atau P to P (private to private) saat ini menyasar 80 negara tujuan.
Jumlah tersebut sangat jauh dibandingkan untuk program G to G.
Ia lantas menilai kebijakan ini cenderung lebih menguntungkan para pengusaha, sementara kualitas pelatihan hingga tahap pemberangkatan PMI oleh negara melalui BP2MI selama ini sudah sangat baik.
"Artinya ada keanehan, kenapa sih untuk swasta dibuka ke 80 negara tapi untuk G to G, dikunci, hanya tiga negara," ucap Benny.
"Jangan-jangan pemilik kebijakan, saya tidak menyebut siapa, penempatan ini memberi suasana happy kepada pengusaha-pengusaha aja," sambungnya.
Benny pun mengaku sedang mengusulkan negara penempatan ditambah menjadi 19 negara tujuan.
Ia berharap usulannya ini dapat benar-benar terealisasikan sehingga minat masyarakat untuk bekerja di luar negeri yang belakangan semakin tinggi bisa ikut serta dipenuhi.
Apalagi sektor pekerja migran menjadi penyumbang terbesar kedua untuk devisa negara.
Adapun pada hari ini, BP2MI melepas sebanyak 336 PMI ke Korea Selatan, 5 ke Jerman, dan 4 ke Taiwan
Skema penempatan ke Taiwan yakni dengan program Special Placement Program to Taiwan (SP2T).
Jika ditotal, sejak awal tahun 2024 BP2MI sudah melepas sebanyak 2.330 pekerja migran skema G to G.
Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.