Sering Keliru! Mana yang Harus Didahulukan Saat Berbuka, Baca Doa atau Membatalkan Puasa?
Membatalkan puasaterlebih dahulu ditamakan ketimbang membaca doa. Doa berbuka puasa dianjurkan dibaca setelah membatalkan puasa.
TRIBUNJAKARTA.COM - Waktu berbuka menjadi yang ditunggu-tunggu bagi umat Muslim saat menjalankan puasa di bulan Ramadan.
Saat waktu berbuka tiba, membaca doa berbuka merupakan salah satu yang dianjurkan.
Namun seringkali, banyak orang keliru mengenai waktu yang tepat kapan doa tersebut harus dibaca.
Beberapa orang, kerap membaca doa berbuka ketika waktu buka puasa tiba sebelum membatalkan puasa.
Namun sebagian umat Muslim, justru ada yang membatalkan puasa dulu baru kemudian diiringi dengan membaca doa berbuka.
Lantas, diantara dua kebiasaan itu mana kah yang paling tepat?
Mengenai hal ini, Ustaz Alfie Alfandy beri penjelasan.
Ia menyebut, membatalkan puasa adalah hal yang harus diutamakan ketimbang membaca doa berbuka.
Artinya, kita dianjurkan untuk membatalkan puasa terlebih dahulu sebelum membaca doa berbuka.
"Kebanyakan orang, doa dulu baru berbuka. Batalin dikit dulu, baru doa. Jadi bukan doa dulu,"
"Anjurannya minum dulu dikit, batalin puasa dulu, baru doa," bebernya ditemui di Masjid Istiqlal, baru-baru ini.
Banyak dari kita, kerap membaca doa berbuka sebelum membatalkan puasa.
Padahal bila melihat makna dari doa berbuka puasa sendiri, terdapat kalimat ‘Wa’ala rizqika afthartu’.
Kalimat itu, memiliki arti ‘Atas rezeki pemberian-Mu aku telah berbuka’.
Dengan demikian, doa ini sebaiknya dibaca setelah meneguk segelas air atau memakan sebuah kurma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-buka-puasa-bersama-saat-ramadan.jpg)