PSI Bantah Korban Pelecehan Berstatus Buzzer Partai, Apresiasi Keberanian Bongkar Ulah Kadernya
Ketua DPW PSI DKI, Elva Farhi Qalbina mengapresiasi keberanian W (29) membongkar ulah Ketua DPD PSI Jakbar ANL atas kasus dugaan pelecehan seksual.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Pebby Adhe Liana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Elva Farhi Qalbina mengapresiasi keberanian W (29) yang membongkar ulah ANL atas kasus dugaan pelecehan seksual.
Adapun ANL adalah Ketua DPD PSI Jakarta Barat sebelum akhirnya mengundurkan diri sejak kasusnya viral.
"Kami mengapresiasi keberanian korban untuk melaporkan dan mengungkapkan pengalaman korban, serta kami berkomitmen untuk mendukung korban dalam proses pemulihan dan mendukung upaya-upaya untuk mencegah kasus kekerasan seksual di kemudian hari," kata Elva saat dikonfirmasi, Rabu (27/3/2024).
Elva mengatakan, sebagai bagian dari komitmen kami untuk transparansi dan akuntabilitas, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini.
"Dan kami juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk memastikan bahwa nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan keamanan dijunjung tinggi," ujanya.
Walau demikian, Elva membantah pengakuan korban bahwa yang bersangkutan merupakan buzzer saat bekerja di PSI.
Elva menyebut, korban merupakan anggota baru yang bergabung sejak Desember 2023.
"Terkait dengan buzzer, PSI Jakarta tidak mempunyai buzzer, namun kami memang mempunyai relawan media sosial untuk membantu publikasi PSI di media sosial," kata Elva.
Diketahui, kasus dugaan pelecehan yang dilakukan ANL viral di media sosial dari unggahan akun TikTok @B35STIE, Selasa (26/3/2024).
Mulanya, seorang host bernama Tie Saranani membuka video dengan memperkenalkan diri.
Rekaman itu diketahui dibuat pada Jumat (22/3/2024) lalu.
Dalam rekaman itu, Tie menanyai terduga korban, W (29).
“Kenal pelaku?,” kata Tie.
“Kenal, dia Ketua PSI Jakarta Barat,” ucap korban menimpali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ilustrasi-Partai-Solidaritas-Indonesia-dan-korban-pelecehan-seksual.jpg)