Profil Hilbram Dunar Presenter yang Wafat Karena Menderita Kanker Usus, Begini Perjalanan Kariernya

Berikut ini profil Hilbram Dunar, presenter ternama yang meninggal dunia karena kanker usus besar pada Minggu (31/3/2024).

Tayang:
Editor: Muji Lestari
TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci
Hilbram Dunar, saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/2/2020). Hilbram Dunar meninggal dunia pada Minggu (31/3/2024) karena menderita kanker usus besar. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air, presenter ternama Hilbram Dunar meninggal dunia karena sakit yang diidapnya.

Hilbram Dunar meninggal dunia pada Minggu, (31/3/2024) pukul 00.39 WIB dini hari.

Pihak manajer menjelaskan, Hilbram Dunar meninggal dunia karena menderita sakit kanker usus besar.

"Karena kanker usus besar," terang pihak manajer.

Istri Hilbram Dunar, Denny Lusiana juga menyampaikan kabar duka tersebut lewat Istagram pribadinya, dan meminta maaf jika mendiang suami memiliki kesalahan.

"Innalilahi wa innalilahi rojiun. Telah meninggal dunia HILBRAM DUNAR Suami tercinta dari Denny lusiana / papah tercinta dari Ranu dan Via. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau.. Semoga almarhum husnul khotimah," tulisnya.

Hilbram Dunar, saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu
Hilbram Dunar, saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci)

Profil Hilbram Dunar

Hilbram Dunar terkenal sebagai pembawa acara televisi, penyiar radio, dan motivator.

Pria kelahiran 30 Oktober 1975 itu diketahui lulusan SMA 3 Jakarta 1994.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di Teknik Mesin Universitas Trisakti dan lulus pada 1999.

Saat kuliah, Hilbram Dunar sudah mulai aktif di bidang penyiaran.

Jejak Karier

Hilbram Dunar mengawali kariernya sebagai penyiar radio di Hard Rock FM pada 1999 hingga 2005.

Selagi menjadi penyiar radio, Hilbram Dunar juga memandu beragam program televisi, mulai dari acara motivasi, game show, reality show, acara olahraga, hingga gelar wicara.

Beberapa program televisi yang dipandu oleh Hilbram Dunar adalah Coffee Break, All Sports, Mario Teguh Golden Ways, Badminton Super Series, Formula One Race & Qualifying, BundesLiga, Selamat Malam Nusantara.

Juga program Grand Prix Formula 1 di RCTI, MNCTV, Global TV dan berbagai acara televisi lainnya.

Hilbram Dunar (bersama Melissa Karim Lucy Wiryono, Intan Erlita, dan Soraya Hylmi) merupakan satu dari sedikit presenter acara motorsports di televisi yang juga bisa sukses membawakan acara sepak bola.

Hilbram Dunar juga menjadi penulis 6 buku. Buku terbarunya adalah "Kalau Mau Dicintai Selamanya Jangan Pilih Yang Hanya Bisa Dicintai Sementara".

Buku lainnya adalah Main Hati - Karena Cinta Tidak Bisa Mati Tapi Bisa Pergi kalau Tidak Dijaga Sepenuh hati dan buku pertamanya adalah kumpulan cerita pendek tentang cinta berjudul Plastic Heaven - Bukan Cinta Jika Tak Meneteskan Airmata Karena Sedih Luar Biasa Atau Bahagia Tak Terhingga.

Buku ke tiga My Public Speaking, buku ke empat Cinta Itu Motivasi dan buku ke lima Speak For Money.

Ayah dua anak itu juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mengundangnya sebagai motivator, MC, hingga sebagai trainer untuk public speaking dan bidang komunikasi lainnya.

Hilbram Dunar meninggal dunia karena kanker usus besar
Hilbram Dunar meninggal dunia karena kanker usus besar.

Kehidupan Rumah Tangga

Hilbram Dunar menikah dengan Denny Lusiana pada 29 Februari 2004.

Rumah tangga keduanya langgeng hingga maut memisahkan.

Bungsu dari 3 bersaudara ini lahir ketika ayahnya yang berdinas di Kejaksaan Tinggi bertugas di kota tersebut.

Ayahnya asli dari Padang, Sumatera Barat, sedangkan ibunya asli dari Bantul, Yogyakarta.

Sebagai seorang Jaksa karier, ayahnya kerap berpindah mengikuti penugasan.

Setelah bertugas di Banda Aceh, mereka pindah ke kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Di kota ini Hilbram Dunar bersekolah hingga kelas TK.

Selanjutnya ayahnya dimutasi ke Jakarta.

Semenjak itulah mereka menetap di Jakarta hingga saat ini.

Saat ini jenazah Hilbram Dunar disemayamkan di rumah duka di daerah Bintaro, Pondok Pucung, Tangerang Selatan.

Jenazah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pukul 12.30 WIB.

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News.

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved