Sisi Lain Metropolitan

Cerita Wahyudi 24 Tahun Tak Bisa Mudik Demi Mengabdi di Taman Margasatwa Ragunan

Musim liburan menjadi momen tersibuk bagi Wahyudi Bambang, staf humas Taman Margasatwa Ragunan.

Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com
Staf humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, saat diwawancarai pada Jumat (12/4/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Musim liburan menjadi momen tersibuk bagi Wahyudi Bambang, staf humas Taman Margasatwa Ragunan.

Tak terkecuali pada masa libur Lebaran 2024.

Wahyudi menjadi sosok terdepan yang memberikan informasi terkait operasional Taman Margasatwa Ragunan melalui wawancaranya dengan awak media.

Terhitung sejak tahun 2000, Wahyudi sudah mengabdi selama 24 tahun di Taman Margasatwa Ragunan.

Sebelum berperan sebagai humas, ia pernah menjadi zoo keeper atau perawat satwa jenis reptil.

"Tujuh tahun saya berkecimpung di bidang satwa pada satwa reptil. Itu dari tahun 2009," kata Wahyudi, Jumat (12/4/2024).

Wahyudi mengungkapkan, beberapa satwa reptil yang dirawatnya antara lain ular dan buaya. 

"Ular, buaya, hewan-hewan buas semua itu. Saya belum pernah mendapatkan ilmu itu di kampus. Begitu ditugaskan di sini, langsung hewan buas," ungkap dia.

Pengabdian Wahyudi untuk Taman Margasatwa Ragunan mengharuskannya mengorbankan keluarga.

Selama 24 tahun, Wahyudi sudah tidak pernah merasakan mudik ke kampung halamannya di Klaten, Jawa Tengah.

Ia baru bisa bertemu keluarga besarnya beberapa pekan setelah masa libur lebaran berakhir.

"Semenjak saya bekerja di sini, saya tidak bisa pulang kampung. Itu sudah menjadi suatu resiko. Tapi pulang kampungnya nanti setelah selesai Idul Fitri baru boleh kami secara bergantian libur," ujar Wahyudi.

Staf humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, saat diwawancarai pada Jumat (12/4/2024).
Staf humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, saat diwawancarai pada Jumat (12/4/2024). (Annas Furqon Hakim/TribunJakarta.com)

Beberapa orang di keluarga Wahyudi sempat mempertanyakan alasan Wahyudi yang tak pernah mudik ke kampung halaman.

Namun, lama kelamaan keluarga Wahyudi memahami risiko bekerja di tempat wisata.

"Keluarga besar sudah paham. Biasanya kalau ada reuni Keluarga besar saya selalu pamit. Ada kesibukan yang tidak bisa saya tinggalkan. Kalau tidak percaya, saya kirimkan fotonya atau link beritanya," ucap dia.

Dapatkan Informasi lain dari TribunJakarta.com via saluran Whatsapp di sini

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved