Cerita Kriminal
Warga Berharap Kasus Penyerangan Imam Masjid di Jaktim Tak Menguap Begitu Saja
Warga berharap kasus penyerangan imam masjid di Jalan Tanjung Lengkong tak menguap begitu saja.
Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga RW 07, Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur berharap kasus penyerangan imam masjid di Jalan Tanjung Lengkong tak menguap begitu saja.
Dalam pertemuan di kantor Kelurahan Bidara Cina bersama Polsek Jatinegara, Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/4/2024) mereka berharap pelaku penyerangan segera diringkus.
Pasalnya akibat kejadian korban, Udin kini mengalami trauma dan gerobak dagang bubur kacang hijau digunakan untuk mencari nafkah dirusak pelaku menggunakan senjata tajam.
"Ini buka persoalan ganti rugi, kita warga bisa patungan beliin pak Udin gerobak lebih bagus. Tapi secara kejiwaan orang itu harus diperhatikan, mentalnya," kata warga, Agus Trianto.
Menurut warga kasus penyerangan terhadap Udin dapat disebut kejadian berulang, karena sejak lama terjadi gangguan keamanan serupa di lingkungan RW 07 Bidara Cina.
Pelaku yang menyerang Udin pun diduga sama dengan orang yang pernah berulah sebelumnya, tapi dalam kasus-kasus sebelumnya tidak ada proses hukum meski sudah dilaporkan.
Beberapa kasus dilaporkan ke aparat penegak hukum berakhir damai dengan permintaan maaf, sementara kasus lainnya ada yang menguap begitu saja tanpa penyelesaian.
"Tentu dengan kita serius menangani. Enggak bisa habis kejadian, kumpul terus menguap begitu saja. Datang, damai, tanda tangan, minta maaf, kejadian lagi, dituntut lagi kita damai," ujar Agus.
Warga menilai kasus penyerangan dan perusakan gerobak dagang milik Udin bukan kasus sepele, karena saat kejadian pelaku diduga sudah berencana melakukan aksinya.
Alasannya karena setelah Udin meminta uang pembayaran bubur dipesan seharga Rp5 ribu, pelaku sempat meninggalkan lokasi lalu kembali datang membawa sebilah celurit.
"Kalau kita ngomong saja di media sosial bisa kena pasal UU ITE, itu ngomong. Ini bawa senjata panjang, ditenteng-tenteng, melakukan aksi jelas nyata, menghancurkan," tutur Agus.
Warga menyatakan tidak menyalahkan aparat penegak hukum atas peristiwa dialami Udin, mereka sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus kepada Polres Metro Jakarta Timur.
Sejak hari kejadian pihak keluarga Udin pun sudah menempuh jalur hukum dengan melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Jakarta Timur sesuai prosedur.
"Kita memang enggak bisa menyalahkan aparat. Kita berterimakasih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan sebagainya itu sudah bekerja keras. Cuman memang kita perlu kerjasama," lanjut Agus.
| Viral Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Kalideres, Kasus Berakhir Damai Tanpa Proses Hukum |
|
|---|
| Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras Berkedok Toko Kosmetik dan Kelontong di Jakut, 14 Orang Diciduk |
|
|---|
| Wanita 37 Tahun Edarkan Ribuan Vape Etomidate, Ditangkap di Apartemen Jaktim |
|
|---|
| Emosi Ditegur karena Intip Ipar Mandi, Adik di Cakung Jaktim Bacok Kakak |
|
|---|
| Selain Minta Uang, Preman yang Tewaskan Ayah Pengantin di Purwakarta Ternyata Jarah Lauk Daging |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Aksi-damai-warga-meminta-pelaku-penyerangan-imam-masjid.jpg)