Pilkada DKI 2024

Pengamat Nilai Calon Independen Jadi Alternatif di Pilkada Jakarta, Tapi Ingat Peluang Menang

Pengamat politik Ujang Komarudin mengapresiasi para bakal calon independen yang siap maju di Pilkada Jakarta 2024.

Kolase Tribun Jakarta
Komjen (Purn) Dharma Pongrekun dan eks Ketum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Noer Fajrieansyah. Pengamat politik Ujang Komarudin mengapresiasi para bakal calon independen yang siap maju di Pilkada Jakarta 2024. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik dari Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengapresiasi para bakal calon independen yang siap maju di Pilkada Jakarta 2024.

Menurutnya, keberadaan bacalon independen ini menjadi alternatif bagi warga Jakarta untuk memilih pemimpinnya yang bukan diusung dari partai politik.

"Kalau misalkan ada calon independen ya bagus-bagus saja, silahlkan saja agar memang diberikan alternatif pilihan, apakah nanti warga DKJ memilih kandidat yang diusung partai ataukan calon independen, kan gitu," kata Ujang saat dihubungi, Selasa (7/5/2024).

 

 

Diketahui, sejauh ini sudah ada dua bacalon independen yang mengutus relawannya untuk berkonsultasi ke KPU DKI Jakarta mengenai mekanisme pendaftaran.

Keduanya yakni Komjen (Purn) Dharma Pongrekun dan eks Ketum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Noer Fajrieansyah.

Di Jakarta, syarat utama jalur independen yakni harus mendapatkan dukungan berupa foto kopi KTP dari warga Jakarta sebanyak 618.968 yang harus tersebar di 4 kabupaten kota di Jakarta.

Angka tersebut merupakan 7,5 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) di Jakarta yang mencapai 8,2 juta jiwa dalam pemilu sebelumnya.

Pendafaran bakal pasangan calon jalur perseorangan atau independen akan dibuka pada 8 Mei 2024 esok sampai 12 Mei 2024 ukul 23.59 WIB.

Ujang menyampaikan, secara historis di Pilkada Jakarta juga pernah diikuti oleh paslon dari jalur independen.

Hal itu terjadi pada Pilkada Jakarta 2012 silam dimana ada pasangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria dan Faisal Basri-Biem Benyamin yang maju dari jalur independen.

Kedua pasangan itu bersaing dengan empat paslon yang maju dari usungan parpol.

"Ya kita harus hormati keinginan masyarakat atah figur tertentu yang ingin maju jalur independen," kata Ujang.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved