Dukcapil Catat Ada 7.234 Orang Pendatang Baru di Jakarta, Mayoritas Berpendidikan Rendah
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat ada sebanyak 7.234 pendatang baru masuk ke Jakarta sebulan pasca Lebaran 2024.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Pebby Adhe Liana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mencatat ada sebanyak 7.234 pendatang baru masuk ke Jakarta sebulan pasca Lebaran 2024.
Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sebanyak 84,12 persen berpendidikan rendah atau hanya tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ke bawah.
Sedangkan, pendatang yang status pendidikannya lebih tinggi dari SLTA ada sebanyak 15,88 persen.
“Adapun 3.705 pendatang merupakan perempuan dan 3.538 lainnya laki-laki,” ucap Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Budi Awaluddin dalam keterangannya, Kamis (16/5/2024).
Sebagian besar pendatang baru ini berasal dari sejumlah daerah di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Seperti Kota Bekasi sebanyak 366 orang, Bogor 274 orang, Kota Depok 257, Kabupaten Bekasi 186 orang, serta Sukabumi 121 orang.
Sedangkan dari Kota Tangerang ada sebanyak 245 orang, Kabupaten Tangerang 131 orang, dan Pandeglang 128 orang.
Tak hanya itu, Disdukcapil DKI Jakarta juga mencatat sebanyak 142 pendatang baru berasal dari Brebes, Jawa Tengah.
Budi menyebut, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur jadi tujuan favorit para pendatang baru tersebut.
“Rinciannya, pendatang baru di Jakarta Barat ada 565 orang, Jakarta Selatan 526 orang, dan Jakarta Timur 507 orang,” ujarnya.
Selain itu, pendatang baru di Jakarta Pusat tercatat sebanyak 260 orang, Jakarta Utara 189 orang, serta Kepulauan Seribu ada 17 orang.
Berdasar temuan Disdukcapil DKI, dari total 7.234 jumlah keseluruhan pendatang baru itu, paling banyak merantau ke Jakarta untuk tujuan sekolah atau kuliah.
Jumlah pendatang yang merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan mencapai 1.893 orang.
Sedangkan jumlah pendatang yang menjadi karyawan swasta ada 1.500 orang, wiraswasta sebanyak 761 orang, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 57 orang, guru 38 orang, Tentara Nasional Indonesia (TNI) 35 orang, dan dokter 21 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Suasana-di-Stasiun-Pasar-Senen-pada-Sabtu-3032024-1.jpg)