Viral di Media Sosial
Ini 2 Pengakuan Berbeda Penjual Martabak dan Petugas Dishub Medan yang Diduga Minta 'Jatah Preman'
Buntut dari kericuhan yang bikin ramai publik ini, pihak Dishub pun membawa kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Menurut Iswar, video itu direkam pada Senin (13/5/2024), saat Dinas Perhubungan Medan menertibkan parkir liar dan pedagang kaki lima di trotoar.
Surat imbauan agar tidak berjualan di trotoar juga diberikan kepada pedagang.
"Tapi entah bagaimana (caranya) oleh yang bersangkutan (perekam video), saya juga enggak pasti, apakah penjual martabaknya atau orang lain memvideokan, seolah-olah itu karena anggota kita meminta martabak karena tidak diberi melakukan penertiban, jadi itu tidak benar," ujar Iswar.
Meski begitu, Iswar juga mengatakan akan menindak tegas pegawainya bila terbukti melakukan tindakan seperti yang dituduhkan dalam video.
"Saya selaku kepala dinas, menyatakan mana kala terbukti personal saya melakukan hal yang sehina itu, dengan meminta-minta, saya jamin hari ini akan saya pecat," tutupnya.
2. Klarifikasi petugas Dishub
Petugas Dishub yang dituduh melakukan pemalakan mengklarifikasi terkait kasus tersebut lewat sebuah video.
Ditemani dua petugas lainnya, petugas bernama Julianto Chandra ingin meluruskan kejadian tersebut.
"Saya ingin memberitahukan bahwasanya video viral yang beredar di sosial media beberapa hari ini tentang petugas dishub meminta-minta kepada pedagang dengan ini saya menyatakan video itu tidak benar."
"Banyak kalimat yang tidak benar dituduhkan kepada kami. Oleh karena itu, kami melapor ke pihak berwajib atas video tersebut yang mengakibatkan pencemaran nama baik saya dan Dinas Perhubungan Kota Medan," tulisnya.
Laporan itu diterima SPKT Polrestabes Medan dengan Nomor LP/B/1386/V/2024/SPKT POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT.
3. Hotman Paris angkat bicara
Pengacara kondang Hotman Paris angkat bicara terkait dengan kasus viralnya cekcok antara pedagang martabak dengan petugas Dishub Kota Medan.
Ia menanggapi soal petugas dishub yang melaporkan pedagang itu ke polisi.
"Harus diingat, memviralkan sesuatu yang benar, memviralkan sesuatu fakta sesuai undang-undang ITE bukan lah pencemaran nama baik."
"Memviralkan sesuatu fakta kalau itu benar, kalau itu benar, bukan lah pencemaran nama baik. Lagi pula, untuk apa sih pedagang martabak seperti itu harus dilaporkan polisi? Untuk apa?"
"Jadi mohon kepada bapak Gubernur Sumatera Utara maupun Wali Kota Medan, agar segera bertindak untuk meminta kepada oknum aparat enggak usah lah pedagang tersebut dilaporkan ke polisi," ujarnya.
| Purbaya dan Anaknya Sebut Naiknya Pertamax Tak Berdampak Besar, Pengamat Soroti Nasib Kelas Menengah |
|
|---|
| Sok Jago Bacok Pelajar Lain Saat Papasan di Palmerah, Dua Siswa Kini Nangis Saat Diciduk Polisi |
|
|---|
| Pilih Chatib Basri Jadi Menkeu Dibanding Purbaya, Ekonom Ferry Latuhihin Soroti Perbedaan Pendidikan |
|
|---|
| Beda Penjelasan Wamenlu dan Mensesneg Soal Penyebab Prabowo Telat Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes |
|
|---|
| Viral Fortuner Dirusak di Tanah Abang, Sopir Bajaj Ungkap Psikologis Massa Lihat Kerumunan di Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Amen-petugas-Dishub-yang-diduga-meminta-jata.jpg)