Ketua MPR hingga Sejumlah Menteri Apresiasi Gelaran Mata Lokal Fest 2024: Berdayakan UMKM Lokal

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo hingga sejumlah menteri mengapresiasi gelaran Mata Lokal Fest 2024 yang digelar Tribun Network, Jumat (17/5/2024) malam

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Pebby Adhe Liana
TribunJakarta
Menkominfo Budi Arie Setiadi menjadi salah satu pejabat yang hadir di Mata Lokal Fest 2024 yang digelar Tribun Network, Jumat (17/5/2024). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo hingga sejumlah menteri mengapresiasi gelaran Mata Lokal Fest 2024 yang digelar Tribun Network, Jumat (17/5/2024) malam.

Untuk diketahui, Mata Lokal Fest menjadi momentum titik temu para insan lokal untuk terhubung dan saling berkolaborasi.

Mengusung tema “Local Thriving in Digital Era”, Mata Lokal Award berkomitmen pada pemberdayaan dan pengembangan lokal di era serba digital.

Penyelenggaraan Mata Lokal Fest 2024 di dalamnya terdapat 3 agenda. Pertama adalah Mata Lokal Award, yakni ajang penghargaan bagi perusahaan, lembaga, dan insan unggulan yang mampu memberikan dampak untuk Indonesia.

Kedua, Collaborator Talk, yakni berbagi inspirasi tentang dedikasi kepada lokal oleh para jenama istimewa di Indonesia. 

Dikemas dalam acara Local Business Outlook 2024, mengundang brand representative berbagi perspektif tentang industri dan relevansinya dengan nilai-nilai lokal.

Dan ketiga, Local Experience yaitu Merasakan pengalaman lokal persembahan produk-produk asli Indonesia.

Pengumpulan karya Mata Lokal Award diisi oleh beberapa juri diantaranya musisi Lembu Wiworo Jati, Defri Dwipaputra (Executive Creative Director - Dentsu Creative), Future Creative Network, Finch), Dian Gemiano (CMO KG Media), dan Dahlan Dahi (CEO Tribun Network).

Dalam sambutannya, Bamsoet mengapresiasi gelaran Mata Lokal Fest 2024 yang menjadi titik temu bagi para insan lokal untuk terhubung dan berkolaborasi.

Ia pun berharap pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tak tergiur untuk beralih jadi importir.

Disampaikan Bamsoet, salah satu persolan bangsa yakni orang yang ekonomi mapan enggan memakai produk bangsanya sendiri.

"Biasanya kalau sudah mapan itu pasti maunya yang bermerek. Jadi ada gengsi kalau menggunakan produk lokal," jelasnya.

Atas hal itu ia menilai menjadi tantangan untuk pengusaha UMKM.

"Tantangannya pelaku UMKM agar mau menekuni bidangnya. Tidak tergiur yang tadinya produsen menjadi importir. Karena apa? Import lebih menjanjikan untungnya, tidak ada risiko. Tinggal beli mainkan harga untung," terangnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved