Campur Aduk Peran, Menakar Masa Depan Penegakan Hukum di Indonesia
Program studi doktor Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk 'Menakar Masa Depan
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Nur Indah Farrah Audina
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Program studi doktor Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk 'Menakar Masa Depan Penegakan Hukum di Indonesia'.
Seminar dihadiri Hakim Agung Mahkamah Agung RI Dr. Ibrahim, Daniel Yusmic Pacastaki Foekh Hakim Mahkamah Konstruksi (MK) dan Ketua KPK Nawawi Pomolango sebagai narasumber.
Serta narasumber kunci Profesor Dr. Chairudin Ismail, selaku ketua pembina Yayasan Brata Bhakti badan penyelenggara Ubhara Jaya.
Berlangsung di Auditorium Grha Tanoto Kampus II Ubhara Jaya, Jalan Perjuangan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (13/6/2024).
Chairuddin mengatakan, permasalahan penegakan hukum sekarang ini campur aduk peran penegak hukum mulai dari penyidik, jaksa penuntut umum sampai pengacara.
"Tiga ini kompetensi yang berbeda, penyidik dia bikin perkara itu menjadi terang, sedangkan penuntutan itu mengusut sampai ke pengadilan, pengacara bagaimana melemahkan adil, hakimnya putus," kata Chairuddin.
Menurut Chairuddin, tren penegak hukum saat ini sudah keluar dari budaya masyarakat Indonesia yakni kekeluargaan.
"Kalau sekarang campur aduk dia penyidik, dia penuntut, mereka meniru daripada luar negeri, Amerika, Inggris individualisme, kalau kita di sini kekeluargaan," tegas dia.
Rektor Ubhara Jaya Bambang Karsono mengatakan, seminar nasional digelar sebagai sarana berkontribusi sivitas akademika dalam bentuk gagasan.
Disamping itu, kegiatan seminar nasional juga diharapkan mampu meningkatkan performa Ubhara Jaya dalam melaksanakan tridharma Perguruan Tinggi.
"Peserta seminar, para dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Ubhara Jaya, turut hadir dalam kegiatan ini tamu undangan dan stakeholder yaitu para mantan petinggi Polri sebagai bagian dari aparat penegak hukum di masanya," kata Bambang.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Suasana-seminar-nasional-yang-digelar-Ubhara-Jaya-Jalan-Perjuangan.jpg)