500 Unit Kosong Dipereteli Pencuri, Pengelola Rusun Marunda Diminta Segera Audit Aset yang Lenyap

Polisi mengimbau pengelola Rusun Marunda segera mengaudit aset yang hilang dari ratusan unit kosong yang dijadikan sasaran pelaku pencurian.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Polisi mengimbau pengelola Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara segera mengaudit aset yang hilang dari ratusan unit kosong yang dijadikan sasaran pelaku pencurian di lokasi.

Hal ini untuk mempermudah pendataan jika nantinya pengelola melaporkan kasus pencurian ini ke polisi.

Adapun sampai saat ini Polsek Cilincing belum menerima laporan apa pun dari pengelola terkait kasus tersebut.

 

Kapolsek Cilincing Kompol Fernando Saharta Saragi mengatakan, sejatinya bangunan kosong di Blok C Rusunawa Marunda merupakan tanggung jawab pengelola, yakni Unit Pengelola Rumah Susun II di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta.

Polisi sudah memfasilitasi audiensi bersama dengan warga dan pengurus rusun yang baru dan mendapati bahwa mereka sama sekali belum melakukan audit aset tersebut.

“Ditemukan bahwa, pengurus UPRS baru bapak Baharudin belum mendatakan kembali aset-aset yang masih ada dan yang sudah hilang,” kata Fernando, Jumat (21/6/2024).

“Untuk itu pihak pengelola akan mengaudit internal aset Rusunawa Cluster C,” sambungnya.

Selain itu, hasil audiensi juga menyatakan pihak UPRS II Marunda akan berkoordinasi dengan pihak internal terkait pencurian di sana.

Langkah selanjutnya masih belum ditentukan oleh pengelola.

“Polsek Cilincing akan menindaklanjuti bilamana pihak UPRS membuat laporan polisi terkait pencurian aset di Rusun Marunda Cluster C Jakarta Utara,” ucap Fernando.

PJLP Pemprov DKI Jakarta Terlibat Pencurian

Diberitakan sebelumnya, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pemprov DKI Jakarta ternyata terlibat dalam pencurian barang dan material bangunan dari sekitar 500 unit kosong di Blok C Rusunawa Marunda.

Hal ini diungkapkan oleh eks Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) II Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Uye Yayat Dimyati, yang pada saat kejadian 2023 silam ikut menangani para pelaku.

Uye menceritakan, ada sebanyak tujuh orang PJLP yang tertangkap tangan mencuri barang dari unit-unit yang terbengkalai di Blok C Rusunawa Marunda.

lihat fotoSedikitnya 500 unit tak berpenghuni di Blok C Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, menjadi sasaran maling. Mereka beroperasi terang-terangan selama berbulan-bulan.
Sedikitnya 500 unit tak berpenghuni di Blok C Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, menjadi sasaran maling. Mereka beroperasi terang-terangan selama berbulan-bulan.

“Itu ada lima orang (sekuriti) pada saat itu yang tertangkap tangan, dan untuk cleaning service itu ada dua orang,” kata Uye, Kamis (20/6/2024).

Ketujuh PJLP tersebut diketahui mencuri barang-barang seperti kabel, besi-besi, hingga pintu unit hunian yang masih terpasang di sana.

Mereka tertangkap tangan oleh sekuriti rusun yang mendengar suara berisik dari para pelaku yang sedang melakukan pembongkaran aset.

“Mereka mengambil kabel, besi yang menempel. Itu yang dilakukan seperti itu dan itu kedapatan dikasih tahu ke saya, karena ketika beliau lewat, ada suara gedar-gedor segala macam,” jelas dia.

Uye mengatakan, pihaknya saat itu sudah memberikan sanksi tegas kepada tujuh orang tersebut dengan melakukan pemecatan.

Tapi, pengelola rusun tidak melaporkan mereka ke polisi karena memikirkan nasib para pelaku jika mereka ditahan polisi.

“Itu sudah kita lakukan punishment berupa pemecatan, tidak diperpanjang status PJLP-nya,” kata Uye.

“Pertimbangan kita, kenapa kita tidak melaporkan sampai ke polisi, satu sisi sudah kita pecat, satu sisi kita juga memperhatikan keluarganya pada saat itu,” jelas Uye.

Diberitakan sebelumnya, 500 unit yang tak berpenghuni di Blok C Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara menjadi sasaran pelaku pencurian.

Bahan material yang bernilai jual, seperti besi-besi dan baja dari tiap unit tersebut dicuri secara terang-terangan oleh banyak orang dalam waktu berbulan-bulan.

Ketua RT 02 RW 012 Kelurahan Marunda, Prayitno mengungkapkan pencurian mulai terjadi pada akhir tahun 2023 lalu, terutama ketika para penghuni rusun di Blok C dipindahkan mengingat kondisi hunian mereka yang sudah tak layak dan rencananya direvitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Blok C ini memang dari awal sudah lama, sudah nggak layak dan warga sendiri ibaratnya harus pindah,” kata Prayitno.

Menurut Prayitno, pencurian barang-barang dari Rusun Marunda terutama di Blok C memang terjadi secara terang-terangan dan beberapa kasus sudah ditangani oleh para sekuriti setempat.

Uye menambahkan, pencurian ini sudah berulang kali terjadi semenjak rusun itu tak berpenghuni.

Uye mengaku pada saat dirinya masih menjadi pimpinan pengelola Rusun Marunda, ia sudah menerapkan pengamanan di sekitar lokasi.

Namun, ulah para pelaku pencurian ini tetap tak terbendung.

Adapun menurut Uye, para pelaku pencurian ini terdiri dari oknum sekuriti, petugas kebersihan, warga rusun, sampai warga dair luar rusun.

“Memang ada kejadian-kejadian yang terkait dengan masalah kehilang-kehilangan. Terkait dengan pengambilan barang-barang yang di sana, seperti pintu, jendela, ataupun besi-besi yang ada di sana,” kata Uye.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved