Karma Bogor Tanpa Identitas

Kota Bogor berada di urutan kedua dan Kabupaten Bogor urutan ketiga, setelah Jakarta Selatan di ranking pertama dengan pemain judi online terbanyak.

Tayang:
Editor: Y Gustaman
Kolase TribunJakarta.com
(Kiri) Tugu Kabupaten Bogor dan (Kanan) Tugu Kujang Kota Bogor. 

Nilai-nilai dalam SSKK itu selaras dengan prinsip keislaman yang tercermin dari laku hidup para wali dan ulama Bogor seperti Syeikh Mukhtar Athorid Sukaraja (ulama pertama yang menulis kitab kuning dalam bahasa Sunda), Mama Muhammad Falak Pagentongan, Mama As’ari Bakom, atau KH. Abdullah bin Nuh.

Nilai-nilai kehidupan luhur juga terpancar dari nilai-nilai kehidupan para tokoh budaya seperti Saleh Danasasmita dan Abah Inochi, atau para tokoh kemerdekaan seperti KH. Soleh Iskandar, Kapten Muslihat dan Mayor Oking Jaya Atmaja. Sejatinya nilai-nilai itu universal, tak termakan waktu, tempat, agama atau adat istiadat. Sehingga siapapun orangnya, apapun profesinya, nilai itu tetap relevan dijalankan.

Dengan upaya kembali ke dalam itu, kita berharap nilai-nilai kehidupan masyarakat Bogor yang lahir dari kesadaran tinggi akan memperbaiki imun masyarakat dari berbagai tantangan digitalisasi di seluruh sektor kehidupan, juga akan melestarikan sekaligus mengembangkan identitas kebogoran yang selama ini banyak diabaikan.

Jika saja kita masih tidak peduli terhadap nilai-nilai identitas lokal, jangan salahkan ketika karma (dalam istilah David R. Hawkins; counter force) muncul secara tiba-tiba untuk mencuri dan melumat siapapun yang tidak berpegang teguh kepada prinsip, seperti kecanduan bermain judi dan hasrat mencari kekayaan secara instan melalui investasi bodong.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved