Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di Jakarta Barat, Dua Fakta Persis Aksi Pelajar di Malang

Densus 88 Antiteror Polri meringkus dua terduga teroris di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (6/8/2024). 2 Fakta persis aksi pelajar di Malang.

Tayang:
Kompas.com/Andi Hartik
Ilustrasi Densus 88. Densus 88 Antiteror Polri meringkus dua terduga teroris di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (6/8/2024). 2 Fakta persis aksi pelajar di Malang. 

"Setelah itu memang lebih banyak mengikuti pendidikan informal hingga SMA," kata Aswin dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/8/2024).

Selanjutnya, Aswin menuturkan bahwa HOK mulai mengetahui adanya jaringan Daulah Islamiyah atau ISIS setelah bergabung dalam sebuah grup di media sosial (medsos) pada November 2023 lalu.

Kemudian, HOK ditawari oleh seseorang di grup tersebut untuk bergabung di grup medsos lainnya, namun harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu.

HOK pun tetap tergiur dan membayar sejumlah uang untuk bergabung ke grup tersebut dari uang jajan miliknya.

"Yang bersangkutan membayar dengan uang jajannya seperti aplikasi sosial media, kalau mau jadi membernya berbayar kemudian masuk dalam member tersebut," kata Aswin.

Dalam grup tersebut, Aswin mengatakan HOK dijejali konten-konten berbau propaganda Daulah Islamiyah.

"Seperti video-video eksekusi, video-video peperangan ISIS, kemudian video tentang baiat, kemudian tentang video penjelasan tindakan-tindakan yang dilakukan ISIS sudah sesuai dengan syariat Islam. Konten-konten tersebut melalui sebuah grup sosial media," katanya.

Setelah bergabung di grup tersebut, Aswin menuturkan HOK mulai membuat bom sendiri pada Mei 2024 dengan diawali membeli bahan-bahan peledak terlebih dahulu.

Adapun niat HOK membuat bom setelah terpapar konten propaganda ISIS, termasuk video terkait cara pembuatan bom tersebut.

"Dalam kurun waktu tersebut, pada bulan Mei, tersangka mulai membuat pembelian bahan-bahan untuk menyiapkan pembuatan bahan peledak sesuai dengan tutorial yang dirinya lakukan," kata Aswin.

Setelah itu, HOK ternyata juga pernah meledakan bom yang dibuatnya di dalam rumahnya hingga diketahui oleh orang tua tersangka.

Ketika ditanya orang tuanya, HOK mengaku ledakan tersebut berasal dari petasan.

"Bahkan yang bersangkutan pernah mencoba (meledakan bom buatannya) di dalam rumahnya sehingga memicu pembakaran dan ledakan."

"Ini ditanya oleh keluarganya 'Apa itu?'. Dia bilang bahwa dia sedang bermain petasan di dalam kamar," jelas Aswin.

Aswin juga menuturkan, setelah ahli dalam membuat bom, HOK turut mencoba membuat beberapa varian bom seperti bom rompi, bom ikat pinggang, bom ransel, bom panci.

Namun, sambungnya, HOK masih belum berhasil untuk membuatnya. Lebih lanjut, Aswin mengungkapkan pihaknya masih mendalami terkait cara perekrutan untuk masuk dalam jaringan ISIS lewat grup medsos tersebut hingga alasan HOK ingin meneror tempat ibadah di Batu. (Tribunnews.com/Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved