Parenting

Tips Mengenalkan Pendidikan Seksual Kepada Anak, Ada 4 Cara yang Bisa Dilakukan

Pendidikan seksual kepada anak penting dilakukan sejak dini agar anak mengerti konsekuensi dan konsep menghargai diri.

Editor: Siti Nawiroh
freepik
ILUSTRASI. Pendidikan seksual kepada anak penting dilakukan sejak dini agar anak mengerti konsekuensi dan konsep menghargai diri. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Simak beberapa cara mengenalkan pendidikan seksual kepada anak.

Pendidikan seksual kepada anak penting dilakukan sejak dini agar anak mengerti konsekuensi dan konsep menghargai diri.

Dengan pengetahuan tentang seksual kepada anak, bisa memenuhi rasa ingin tahu anak. 

Hal ini, berguna untuk mencegah anak melakukan aktivitas seksual yang tidak benar.

Tidak ada kata terlalu cepat untuk mengenalkan pendidikan seksual

Yang perlu diperhatikan adalah untuk mengenalkan pendidikan seksual sesuai dengan umurnya. 

Dikutip dari Kompas.com, berikut empat cara mengenalkannya kepada anak:

1. Mengenalkan bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain

Psikolog anak, remaja, dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, menuturkan kepada Kompas.com "Ajarkan kepada anak yang boleh menyentuh alat kelamin hanya orang tua dan pengasuh itu pun hanya ketika membersihkan".  

Jadi sejak usia dini, anak harus dikenalkan ada bagian tubuh yang tidak boleh dilihat ataupun dipegang orang lain. 

lihat fotoKLIK SELENGKAPNYA: Apa Itu Emesis Gravidarum? Kondisi yang Dialami Meita Irianty Penganiaya Anak hingga Dibawa ke RS
KLIK SELENGKAPNYA: Apa Itu Emesis Gravidarum? Kondisi yang Dialami Meita Irianty Penganiaya Anak hingga Dibawa ke RS

Bagian tersebut adalah bibir, dada, paha, pantat, dan alat kelamin. 

Jelaskan bahwa yang boleh menyentuh hanya orangtua dan pengasuh, itu pun hanya ketika membersihkan. 

2. Mengenalkan perbedaan jenis kelamin

Orangtua juga perlu mengajarkan jenis kelamin apa yang si anak miliki dan perbedaan jenis kelamin.  

Jelaskan bahwa orang dengan kelamin yang berbeda tidak boleh menyentuh bagian tubuh yang tidak boleh disentuh.

3. Tidak memaksakan kontak fisik pada anak

"Anak usia dini lebih sering melakukan kontak fisik dengan orangtua seperti memeluk dan mencium" ujar Rosdiana pada Kompas.com melalui wawancara telepon pada Kamis (8/8/24). 

Namun, adakalanya anak merasa tidak mau. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved