Pilkada DKI 2024

Pengamat Baca Sisi Lain Ridwan Kamil-Suswono Gendong Beban Besar, Pramono-Rano Pede Level Tinggi

engamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, membaca sisi lain dua pasangan calon Pilkada Jakarta 2024.

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, membaca sisi lain dua pasangan calon Pilkada Jakarta 2024.

Menurut Adi, Ridwan Kamil-Suswono justru menggendong beban berat. Tuntutan duet yang diusung koalisi super gemuk itu tidak main-main.

Sementara, Pramono Anung-Rano Karno memang tidak diunggulkan secara elektabilitas, namun pengusungannya didasari level percaya diri alias pede tinggi.

Analisis itu disampaikan Adi pada sebuah wawancara yang dipandu Ahmad Sahal di channel Youtube Cokro TV, tayang Rabu (28/8/2024).

Beban Berat

Menurut Adi, Ridwan Kamil sebagai jagoan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus diharapkan bisa menang mutlak.

Tidak ada kamus kalah pada rencana memboyong Ridwan Kamil yang sebenarnya ingin kembali mencalonkan diri di Pilkada Jawa Barat (Jabar).

Terlebih, KIM Plus berisi 12 partai dan merupakan perpanjangan koalisi nasional di PIlpres 2024 yang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

13 partai pengusung pasangan bernama Rido itu adalah Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat, NasDem, PSI, PKB, Gelora, PBB, Perindo, PAN, PPP, serta Garuda.

lihat fotoKLIK SELENGKAPNYA Prediksi Basis Anies Baswedan Berpaling ke Ridwan Kamil. PDIP Kuak Kejadian Pramono Anung Telepon Anies Baswedan.
KLIK SELENGKAPNYA Prediksi Basis Anies Baswedan Berpaling ke Ridwan Kamil. PDIP Kuak Kejadian Pramono Anung Telepon Anies Baswedan.

"Ridwan Kamil dan Suswono ini kan punya beban besar sebenarnya. Sebagai sosok yang diusung oleh koalisi mayoritas, diusung oleh koalisi yang cukup gemuk," kata Adi.

Ridwan Kamil juga membawa misi hijrah. Dia yang memiliki elektabilitas tertinggi di Jabar, justru dicalonkan di Jakarta.

Terlalu banyak yang dipertaruhkan kalau hanya untuk kalah.

"Yang paling penting terutama bagi Ridwan Kamil setelah meninggalkan Jawa Barat pindah ke Jakarta tentu tidak boleh tidak, pertaruhannya adalah menang."

"Jangan sampai sudah jauh-jauh dari Jawa Barat pindah ke Jakarta tapi kalah," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

Pede Level Tinggi

Di sisi lain, Adi melihat PDIP sedang berada pada kondisi pede level tinggi ketika memutuskan Pramono-Rano Karno sebagai jagoannya di Jakarta.

Pasalnya, Pramono atau Rano Karno hampir tidak pernah muncul pada radar survei bursa calon kepala daerah Jakarta.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved