Waspada Monkeypox Bisa Menular Lewat Sentuhan Hingga Hubungan Seksual! 59 Kasus Terjadi di Jakarta
Waspada Monkeypox Bisa Menular Lewat Sentuhan Hingga Hubungan Seksual! 59 Kasus Terjadi di Jakarta
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Pebby Adhe Liana
TRIBUNJAKARTA - Waspada monkeypox, banyak kasus sudah terjadi di Jakarta.
Belakangan, penyakit Monkeypox (Mpox) atau cacar monyet sedang ramai dibahas.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengumumkan ada 88 kasus terkonfirmasi penyakit Monkeypox (Mpox) hingga Sabtu (17/8/2024).
Secara rinci, kasus tersebut paling banyak ditemukan di DKI Jakarta dengan total 59 kasus terkonfirmasi.
Sementara kasus lainnya, terjadi di Jawa Barat 13 kasus, Banten 9 kasus, Jawa Timur 3 kasus, DI Yogyakarta 3 kasus, dan Kepulauan Riau 1 kasus.
Menyerang kulit, penyakit ini dapat dengan mudah menular dari orang yang terkonfirmasi Monkeypox ke orang lainnya yang sehat.
Lantas apa sih sebenarnya penyakit Monkeypox itu, dan apakah berbahaya?
Bagi yang belum tahu, Monkeypox (Mpox) alias cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi virus.
Dikutip TribunJakarta.com dari pedoman pencegahan dan pengendalian Mpox yang dikeluarkan oleh Kemenkes pada 2023 lalu, Monkeypox disebabkan oleh monkeypoxvirus (MPXV) yang tergolong dalam genus Orthopoxvirus.
Meski sama-sama menyerang kulit, penyakit ini berbeda dengan cacar air. Cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster.
Berdasar data Kemenkes, mpox pada manusia pertama kali ditemukan di Republik Demokratik Kongo (DRC) tahun 1970.
Namun selama lima dekade terakhir, sebagian besar infeksi mpox pada manusia dilaporkan dari negara DRC. Hingga kemudian, ribuan kasus dilaporkan terjadi setiap tahun.
Sejak 2016, kasus mpox pada manusia pun dilaporkan terjadi di negara-negara yang belum pernah melaporkan kasus tersebut sebelumnya.
Lalu mpox pada umumnya ditemukan di negara-negara Afrika Selatan dan Afrika Tengah.
Sejak Mei 2022, WHO terus menerima laporan berbagai negara terkait penyebaran penyakit tersebut.
Per-tanggal 10 Januari 2023, dilaporkan ada 84.415 kasus konfirmasi mpox terjadi di 110 negara.
Bisa menular lewat hubungan seksual dan sentuhan
Penyakit monkeypox bisa dengan mudah menular.
Penularan kepada manusia terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ataupun manusia lainnya yang sudah terinfeksi virus.
Selain itu, penyebaran juga bisa terjadi melalui benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut.
Virus bisa masuk ke dalam tubuh melalui lesi kulit yang luka/terbuka, saluran pernapasan, atau selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut.
Di negara endemis, mpox kemungkinan bersirkulasi antara hewan mamalia, dengan sesekali menyebar ke manusia.
Penularan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, mengolah daging hewan liar, kontak langsung dengan cairan tubuh penderita.
Akan tetapi sejak wabah menyebar tahun 2022, penularan mpox utamanya terjadi dari manusia ke manusia.
Berikut cara penyebaran penyakit Mpox atau monkeypox dari manusia ke manusia:
- Penularan melalui kontak erat dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.
- Penularan melalui droplet bisa terjadi walau biasanya membutuhkan kontak erat yang lama. Oleh karenai itu anggota keluarga yang tinggal serumah atau kontak erat dengan kasus berisiko lebih besar untuk tertular.
- Menular lewat cairan tubuh pada ruam dan koreng (seperti cairan nanah atau darah dari lesi kulit).
- Pakaian, tempat tidur, handuk atau peralatan makan/piring yang telah terkontaminasi virus dari orang yang terinfeksi juga dapat menulari orang lain.
- Mpox dapat menyebar melalui kontak langsung kulit ke kulit atau membran mukosa termasuk saat berhubungan seks baik saat berciuman, sentuhan, seks oral, atau penetrasi dengan seseorang yang memiliki gejala. Terkadang, gruam ditemukan pada alat kelamin dan mulut yang kemungkinan berkontribusi terhadap penularan selama kontak seksual.
- Penularan juga dapat terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin (yang dapat menyebabkan mpox bawaan) atau kontak erat selama dan setelah kelahiran. Walau demikiann, belum diketahui apakah infeksi dapat menyebar melalui cairan ketuban, ASI atau darah. Studi diperlukan untuk lebih memahami risiko ini.
Masa penularan dapat bervariasi, namun umumnya masa penularan dimulai saat gejala hingga krusta mengelupas, dan lapisan kulit baru terbentuk. Biasanya, proses ini terjadi dalam waktu antara 2-4 minggu.
Adapun masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) mpox biasanya terjadi selama 6 – 13 hari, atau berkisar dari 5 – 21 hari.
Gejala infeksi tersebut umumnya terbagi dalam 2 fase:
1. Fase akut atau prodromal 0 – 5 hari
Beberapa gejala muncul bisa berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan kelelahan yang terus menerus.
Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan/lipatan paha.
Bisa juga timbul gejala pernapasan, misalnya sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau batuk.
2. Fase erupsi sekitar 1 – 3 hari
Setelah timbul demam, biasakan akan muncul berupa ruam
atau lesi pada kulit.
Ciri-ciri lesi pada kasus ini, kenyal, dalam, berbatas tegas, dan sering mengalami umbilikasi (menyerupai titik di atas lesi). Biasanya diperlukan waktu hingga 3
minggu sampai fase erupsi ini menghilang dan rontok (memasuki fase konvalesen atau penyembuhan).
Diagnosis Monkeypox
Dalam mendiagnosis kasus mpox, dokter biasanya perlu mempertimbangkan manifestasi klinis, epidemiologis, dan pemeriksaan laboratorium.
Secara klinis, diagnosis mpox dapat mempertimbangkan penyakit dengan ruam lainnya, seperti smallpox, cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat tertentu.
Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening) selama fase prodromal dapat menjadi gambaran klinis khas untuk membedakan mpox dengan penyakit cacar lain yang serupa, seperti smallpox, cacar air/varicella(chickenpox), dan lain-lain.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/cacar-monyet.jpg)