Parenting
Sederet Akibat Memaksa Anak Makan, Salah Satunya Si Kecil Trauma Pada Makanan
Orangtua tentunya ingin anak makan dengan lahap. Namun hal itu tak selalu terjadi.
TRIBUNJAKARTA.COM - Sederet akibat yang akan terjadi saat anak dipaksa makan. Salah satunya trauma pada makanan.
Memang bikin orangtua frustasi ketika anak tidak mau makan.
Kadang hal ini dipicu karena hal-hal kecil, seperti adanya sayuran di piring mereka atau ada makanan lain yang tidak disukai anak.
Orangtua tentunya ingin anak makan dengan lahap. Namun hal itu tak selalu terjadi.
Lantas, bolehkah orangtua memaksa anaknya makan?
Pemaksaan tersebut dapat berupa ancaman, kemarahan, memberikan distraksi berupa hp atau tayangan televisi agar mudah menyuapkan makanan ke mulut si kecil.
Dilansir dari Baby Destination, berikut lima efek buruk memaksa balita makan yang perlu diketahui para orangtua:
1. Anak kehilangan nafsu makan
Ayah atau ibu yang terus menerus marah dan menyuapkan makanan secara paksa akan membuat si kecil kehilangan napsu makan.
Memaksa anak untuk menelan menu yang disediakan orangtua lama kelamaan membuat mereka memiliki hasrat untuk memuntahkan seluruh makanannya.
Lama kelamaan si kecil akan membenci rutinitas makan jika ayah atau ibu terus memberi paksaan.
2. Trauma makanan
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dicekok paksa pada akhirnya mengalami trauma terhadap makanan.
Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual atau sakit perut setelah si kecil menelan makanan.
Trauma dapat berlanjut hingga dewasa dan si kecil berisiko mengalami eating disorder atau gangguan makan, obesitas, anoreksia, hingga bulimia, jika kondisi ini tidak tertangani.
3. Tegang atau ketakutan setiap makan
Sudah menjadi sifat manusia untuk menghindari apa pun yang menyebabkan stres atau ketidaknyamanan.
Memaksa anak makan bisa membuat anak merasa stres, tegang, dan ketakutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Sederet-akibat-yang-akan-terjadi-saat-anak-dipaksa-makan.jpg)