Kampung Mati Vietnam Kini Berubah jadi Waduk
Kampung mati Vietnam di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur yang sempat terbengkalai puluhan kini berubah menjadi waduk.
Penulis: Bima Putra | Editor: Nur Indah Farrah Audina
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Kampung mati Vietnam di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur yang sempat terbengkalai puluhan kini berubah menjadi waduk.
Puluhan rumah aset Pemprov DKI Jakarta yang dahulunya digunakan untuk tempat bermukim penyintas perang Vietnam sekitar tahun 1980 silam sekarang lenyap tidak bersisa.
Sejumlah alat berat dan dump truck tampak mengerjakan pembangun waduk di bekas lahan kampung mati Vietnam yang merupakan aset Pemprov DKI Jakarta.
Satu-satunya peninggalan masih bertengger hanya gapura dengan tinggi dan lebar sekitar 3 meter yang menjadi satu-satunya akses masuk ke kampung mati Vietnam.
Letaknya berada persis sebelum jembatan Kali Cipinang yang menghubungkan wilayah Kelurahan Dukuh dengan Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Ketua RT 12/RW 02, Rambutan, Muhammad Arifin Hadidji mengatakan pembangunan waduk pada kampung mati Vietnam ini usulan warga untuk mengatasi masalah banjir luapan Kali Cipinang.
"Karena memang kita kan daerah banjir. Karena di situ ada tanah pemerintah, Dinas Sosial jadi kita mengajukan dibikin waduk," kata Arifin di Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (8/10/2024).
Usulan pembangunan waduk ini sudah diajukan warga ke Pemprov DKI Jakarta sejak awal tahun 2000 lalu, tepatnya ketika 50 bangunan di Kampung Baru Vietnam sudah tidak lagi digunakan.
Pasalnya selepas digunakan untuk penyintas pengungsi perang Vietnam pada tahun 1980 lalu, bangunan sempat digunakan untuk tempat jompo hingga penghujung tahun 2000.
Lantaran sudah tidak digunakan lagi itu warga mengajukan agar lahan kampung mati Vietnam digunakan sebagai waduk untuk mengatasi masalah banjir luapan Kali Cipinang
"Dipakai untuk pengungsi Vietnam itu enggak lama, cuman sekitar satu sampai dua tahun. Habis itu dipakai untuk panti jompo, tapi karena banjir besar ya sudah dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Meski sudah mengajukan pembangunan waduk sejak lama, tapi Arifin menuturkan butuh waktu hingga akhirnya Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air merealisasikan pengerjaan.
Menurutnya baru pada tahun 2020 pengerjaan waduk dimulai oleh Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta dengan membebaskan tiga lahan milik warga yang terdampak.
Warga berharap bila nantinya pembangunan waduk rampung maka banjir luapan Kali Cipinang yang merendam permukiman warga Kelurahan Rambutan dapat berkurang.
"Ya kalau menghilangkan banjir mungkin susah, tapi kalau berkurang ya mungkin bisa. Karena di sini kalau banjir termasuk parah, bisa sampai 50 sentimeter sampai 1 meter tingginya," tuturnya.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya