Penipuan Wedding Organizer
Kasus Dugaan Penipuan Wedding Organizer Harmoni, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Polres Metro Bekasi Kota belum menetapkan tersangka terakait kasus dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Harmoni Wedding yang sudah dilaporkan.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota belum menetapkan tersangka terakait kasus dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Harmoni Wedding yang sudah dilaporkan.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Audy Joize Oroh, mengatakan, penyidik sampai saat ini masih memeriksa saksi-saksi.
"Kita masih memeriksa saksi-saksi hingga saat ini," kata Audy.
Terlapor dalam kasus ini, pemilik WO Harmoni Wedding berinisial A (33) sudah dipanggil ke Polres Metro Bekasi Kota untuk dimintai klarifikasi.
Audy belum mau menjelaskan secara rinci terkait hasil klarifikasi, sebab kasus dugaan penipuan yang dilaporkan klien WO Harmoni Wedding itu masih berproses.
"Masih penyelidikan ya, prosesnya masih pemeriksaan saksi-saksi," tegas dia.
Puluhan calon pengantin lapor Polisi dugaan penipuan Wedding Organizer (WO) Harmoni, kerugian korban beragam mulai dari belasan sampai puluhan juta.
Korban calon pengantin datang ke Polres Metro Bekasi Kota di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Selasa (8/10/2024).
Mereka satu per satu membuat laporan Polisi di Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT), menbawa sejumlah berkas barang bukti antara lain bukti transaksi.
Anisa sebelumnya ditulis Lina Herlina (24) salah satu korban mengatakan, sudah mentransfer uang sebesar Rp59 juta ke pemilik WO berinisial A yang selanjutnya sebagai terlapor.
"Saya bener-bener enggak tergiur sama apa yang dia tawarkan, cuman ya saya udah pilih dia jadi saya kasih, saya kasih akhirnya sampai Rp56 juta," kata Anisa.
Uang puluhan juta itu dia kirim secara bertahap sebanyak sembilan kali transfer, terlapor memiliki banyak alasan saat meminta uang muka ke korban.
"Sembilan kali pembayaran, itu belum lunas, total nilai (paket WI) Rp60 juta, dia minta-minta terus minta DP dengan alasan mamahnya sakit, ini itu segala macem," jelas dia.
Lina rencananya akan melangsungkan pernikahan pada Januari 2025 mendatang, dia baru sadar WO yang dipercaya mengurus pernikahannya tak beres saat akan melangsungkan fitting baju.