Sabri: Program 100 Hari Kerja Kabinet Merah Putih Harus Dievaluasi Ketat, Bisa Bahayakan Prabowo
Sabri Saiman menilai evaluasi ketat harus dilakukan terkait program 100 hari kerja Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Rr Dewi Kartika H
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Tokoh masyarakat Jakarta Utara Sabri Saiman menilai evaluasi ketat harus dilakukan terkait program 100 hari kerja Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Sabri, jika evaluasi ketat tak dilakukan, ini bisa membahayakan Prabowo sendiri.
"Ya kan 100 hari, program 100 hari. Biar dievaluasi oleh beliau, kalau tidak bahaya," ucap Sabri di Rusun Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (23/10/2024).
Sabri Saiman mengatakan, para menteri di kabinet Prabowo-Gibran sudah seharusnya menjadi pembantu untuk menjalankan program presiden dan wakil presiden baru itu.
Mereka tak perlu jadi pesuruh, namun harus memiliki integritas membantu Prabowo-Gibran untuk merealisasikan program-program 100 hari kerja itu.
Jika tidak, sambung Sabri, ini akan membahayakan karena bisa membebani sang presiden.
"Akan beban kepada beliau kalau menteri-menteri yang diangkat itu tingkat kemampuannya sebatas pesuruh," ucap Sabri.
"Dia bukan mengangkat pembantu itu sebagai pesuruh, tapi mengamanahkan program dia kepada pembantu-pembantunya. Kalau tidak ya untuk apa," tegasnya lagi.
Sabri juga mengharapkan Prabowo tegas terhadap para menterinya dan tak segan-segan mencopot mereka yang tak bisa kerja.
Sabri lantas berharap semua pihak yang telah diminta oleh Prabowo untuk membantu pemerintahannya dalam Kabinet Merah Putih memiliki komitmen bagi bangsa Indonesia.
Menurut dia, masyarakat sudah terlalu lelah memiliki menteri-menteri dan pejabat yang tak bisa bekerja dengan baik.
"Harus punya komitmen, kalo tidak ya lebih baik minggir. Kan kita sudah capek," tegas Sabri.
Waktu 100 hari pascapelantikan dinilainya tepat bagi Prabowo untuk melakukan evaluasi itu.
Dalam jangka waktu itu, Prabowo semestinya sudah bisa melihat siapa saja yang bisa melanjutkan program-programnya dengan amanah.
| Pengamat: PKB Lebih Mudah Majukan Cak Imin Jadi Capres Ketimbang Cawapres Prabowo di Pilpres 2029 |
|
|---|
| Letkol Teddy Bilang 'Tunggu Aja', Hendri Satrio Baca 3 Faktor Presiden Reshuffle Menteri |
|
|---|
| Mahfud MD Soroti Pernyataan Saiful Mujani Soal Prabowo, Sebut Tak Bisa Dianggap Makar, Ini Alasannya |
|
|---|
| Pengamat Sebut AHY Bisa Dibalap Gibran, 2029 Harus Masuk Surat Suara |
|
|---|
| Pengamat Takar Peluang Zulhas di Pilpres 2029, Bisa Seperti Hatta Rajasa Dampingi Prabowo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Foto-Kabinet-Merah-Putih-Prabowo-Gibran.jpg)