Mengenal Bluesky Aplikasi Mirip X yang Diklaim Lebih Sehat dan Minim Hate Speech, Siapa Pemiliknya?

Mengenal aplikasi Bluesky, aplikasi mirip X yang diklaim lebih sehat dan mini hate speech. Kamu sudah punya?

Editor: Muji Lestari
Bluesky
Aplikasi Bluesky 

Antarmuka Bluesky mirip dengan Twitter atau X. Halaman linimasa Bluesky terbagi menjadi dua bagian, yakni linimasa umum untuk postingan dari orang-orang yang diikuti dan linimasa Feeds untuk postingan dari grup yang diikuti.

Di menu profil, antarmuka Bluesky lagi-lagi mirip dengan Twitter X. Pengguna bisa menjumpai tab-tab seperti Post, Replies, Media, dan Likes di menu profil pengguna pada aplikasi Bluesky yang mirip dengan Twitter X.

Bedanya dengan Twitter, Bluesky terdesentralisasi, yaitu pengguna dapat meng-hosting data mereka di server selain yang dimiliki perusahaan.

Artinya, orang-orang dapat mendaftar menggunakan domain khusus sebagai alamat situs web yang mereka ingini. Misalnya, @twgerken.bbc.co.uk yang bisa digunakan jurnalis, media, hingga perusahaan untuk membagikan konten terverifikasi mereka.

Namun, jika pengguna tidak menghendakinya, mereka akan mendapat alamat “.bsky.social” di akhir nama pengguna mereka.

Dikutip dari BBC, aplikasi Bluesky disebut akan menghindari iklan untuk menghasilkan uang bagi perusahaan. Sebaliknya, perusahaan akan mencari layanan berbayar, misalnya meminta pengguna untuk membayar domain khusus untuk nama pengguna mereka.

Bluesky juga memiliki fitur moderasi atau pengaturan percakapan yang memungkinkan pengguna untuk mengatur supaya konten dengan unsur kekerasan, seksual, kebencian, dan sebagainya, tidak ditampilkan. Oleh karena itu, media sosial ini kerap disebut lebih aman dan lebih sehat.

Pemilik Bluesky dan Hubungannya dengan Twitter

Terlihat mirip dengan Twitter, aplikasi Bluesky ternyata dibuat oleh Jack Dorsey pada 2019 saat dirinya menjadi CEO Twitter.

Pendiri Twitter itu kemudian memilih Jay Graber untuk memimpin proyek Bluesky dan Twitter membayar pendapatan layanan Bluesky untuk membangun protokol sosial terbuka untuk percakapan publik sehingga kedepannya bisa menjadi kliennya.

Namun, Bluesky akhirnya memutuskan untuk menjadi perusahaan independen pada 2021.

Setahun kemudian, Twitter memilih untuk memutuskan perjanjian layanan dengan Bluesky dan Bluesky menyetujuinya.

Sejak saat itu, Bluesky PBC terus mengejar misi awal pendiriannya untuk mengembangkan dan mendorong adopsi teknologi berskala besar untuk percakapan publik yang terbuka dan terdesentralisasi.

Saat ini, perusahaan Bluesky menjadi salah satu Perusahaan Bermanfaat Publik yang dimiliki oleh Jay Graber.

Cara Daftar Bluesky

Dilansir dari laman Bluesky, aplikasi media sosial ini sudah bisa diunduh di Google Play untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOs.

Aplikasi ini juga sudah bisa diunduh dan diinstal bagi pengguna di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved