Hasil Penelitian, Kesehatan Ibu dan Anak Paling Rawan Terkena Dampak dari Perubahan Iklim

Perubahan iklim yang terjadi di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia berdampak negatif pada kesehatan manusia, terutama ibu dan anak.

Tribunjakarta/Elga Hikari Putra
Ketua Umum organisasi kemanusiaan Pita Putih Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo saat membeberkan dampak negatif perubahan iklim terhadap kesehatan ibu dan anak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Perubahan iklim yang terjadi di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia berdampak negatif pada kesehatan manusia, terutama ibu dan anak.

Hal itu disampaikan Ketua Umum organisasi kemanusiaan Pita Putih Indonesia, Giwo Rubianto Wiyogo saat menggelar seminar untuk menyuarakan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan ibu dan anak.

Dijelaskannya, berdasarkan penelitian, di rentang tahun 2030-2050, perubahan iklim akan menyebabkan bertambahnya kematian sebanyak 250.000 pertahun karena malnutrisi, malaria, diare dan dampak dari stres.

"Dimana terkait dampak perubahan iklim itu, 14 kali lipat dampaknya itu terhadap perempuan dan anak dibanding laki-laki," kata Giwo di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).

Dalam kesempatan itu, Giwo turut menyampaikan hasil penelitian Pita Putih Indonesia pada tahun 2022 mengenai dampak perubahan iklim terhadap ibu dan anak.

Diantaranya, anak-anak akan semakin rentan terhadap penyakit, mengalami masalah pertumbuhan, kemudian semakin banyaknya kasus kehamilan dengan darah tinggi, hingga risiko gangguan kesehatan reproduksi karena kurangnya air bersih.

Bahkan, saat ini ikan sudah tak lagi menjadi menu makanan warga yang tinggal di wilayah pesisir karena berkurangnya keberadaan ikan di lautan akibat dampak perubahan iklim.

Hal itulah, ujar Giwo, yang membuat pihaknya bergerak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak perubahan iklim terhadap kesehatan.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar tujuan besar Indonesia Emas pada 2045 bisa terwujud.

lihat fotoBagi Lely Yuliana (49), wilayah Kebon Pala di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur adalah segalanya. Pasalnya, sejak lahir ia sudah mendiami wilayah tersebut bersama ratusan warga lainnya. Padahal, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Isnawa Adji, kawasan tersebut masuk dalam daftar 25 wilayah rawan banjir di Jakarta.
Bagi Lely Yuliana (49), wilayah Kebon Pala di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur adalah segalanya. Pasalnya, sejak lahir ia sudah mendiami wilayah tersebut bersama ratusan warga lainnya. Padahal, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta, Isnawa Adji, kawasan tersebut masuk dalam daftar 25 wilayah rawan banjir di Jakarta.

"Dimana kita berusaha untuk mencapai Indonesia Emas di 2045. Artinya kita harus berusaha menghasilkan sebaik mungkin generasi penerus yang berkualitas," tuturnya.

Selain melakukan sejumlah program dan gerakan sosialisasi, Giwo mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kementerian terkait, diantaranya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan serta DPR RI agar sama-sama memberi perhatian terhadap perubahan iklim ini.

"Pada saat ini dampak dari perubahan iklim sudah sangat mengglobal dan tentunya kita juga harus antisipasi dan memahami, terutama menggerakan para stakeholder terutama ormas untuk melakukan sesuatu yang serius dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim," paparnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Pita Putih Indonesia, Heru Kasidi membeberkan dampak dari perubahan iklim yang telah dialami sejumlah negara.

Ia mengatakan, dari penelitian Intergovernment Panel on Climate Change (IPCC) pada 2022, beberapa negara seperti Tiongkok, Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa dan di Amerika Selatan, perubahan iklim juga telah meningkatkan tingkat bayi lahir prematur.

"Serta ada juga mengakibatkan kematian dalam kandungan maupun kelainan kongenital," tuturnya.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved