Budi Arie Ikut Diperiksa Kasus Judi Online Komdigi, Ini Analisis Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung ikut buka suara perihal diperiksanya mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai diperiksanya mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi sebagai saksi dalam kasus judi online yang melibatkan oknum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang kini telah berganti nama menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi pembuka terkait sistem hukum yang jujur.

Apalagi Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan memberantas judi online hingga korupsi secara tuntas.

"Kita boleh analisis bahwa kasus ini adalah pembuka untuk memulai memastikan bahwa sistem hukum kita akan bekerja secara jujur, secara manusiawi," katanya dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Jumat (20/12/2024).

Ia menilai diperiksanya Budi Arie menjadi fakta menarik bahwa di kabinet Prabowo-Gibran ada menteri yang diperiksa oleh pihak kepolisian.

Sehingga ia mengingatkan beberapa poin termasuk persoalan kasus ini yang terjadi di era Presiden Jokowi.

"Kedua kita tahu bahwa Pak Jokowi punya jaringan yang namanya Projo (Pro Jokowi) dan Pak Budi Arie adalah ketua Projo dan itu indikasinya ada pekerjaan-pekerjaan sebut aja di bawah tanah, di bawah tangan bahkan itu orang udah biasa sebut sebagai ekosistem Pak Jokowi," bebernya.

Sehingga tak menutup kemungkinan kasus ini bisa membuat menteri lainnya menjadi ketar-ketir, khususnya mereka yang dulu menjadi menteri di era Jokowi.

"Jadi kasus ini kasus pertama jadi sensasi terhadap evaluasi terhadap para menteri. Kan Pak Prabowo pasti suatu saat ini akan mengevaluasi menteri-menterinya. Ya mungkin menteri-menteri tertentu sudah sering mengindikasikan atau diberi sinyal Prabowo,"

"Ya kita sebut Bahlil bahlil memang disindir kita nggak tahu implikasinya dan Pak Budi Ari juga sudah disindir bahwa pinjol ini mesti tuntas. Banyak juga menteri-menteri yang sebetulnya berada di dalam radar kritik netizen," jelasnya.

Kata Roy Suryo

lihat fotoUsai borok George Sugama Halim, anak bos toko kue di Cakung, Jakarta Timur terkuak, kini giliran borok pemilik 'Lindayes' yang dikuliti. Si bos rupanya tak bayar gaji karyawan sejak Oktober 2024 lalu.
Usai borok George Sugama Halim, anak bos toko kue di Cakung, Jakarta Timur terkuak, kini giliran borok pemilik 'Lindayes' yang dikuliti. Si bos rupanya tak bayar gaji karyawan sejak Oktober 2024 lalu.

Di sisi lain, pakar telematika, Roy Suryo, justru menduga bahwa Menteri Koperasi tersebut melindungi situs judi online

Roy mengatakan Budi Arie diduga membiarkan mesin AIS, mesin canggih pengais konten-konten negatif di internet untuk digunakan oleh oknum-oknum pegawai Komdigi. 

"Jangan-jangan sengaja dibiarkan mesin AIS ini bisa dikendalikan dari orang-orang karyawan Kominfo karena yang bisa mengendalikan alat ini semua karyawan Kominfo dan alat ini digunakan untuk melindungi judol," katanya seperti dikutip dari Youtube Refly Harun yang tayang pada Kamis (19/12/2024).

Pasalnya, Roy menduga standar operasional prosedur penggunaan mesin AIS yang dibolehkan digunakan secara jarak jauh saat pandemi Covid-19 tidak diubah di era kepemimpinan Budi Arie. 

Ia melihat bahwa ada dugaan agar mesin tersebut bisa digunakan oleh oknum pegawai Komdigi untuk melindungi judol. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved