Bocah Tewas Terbungkus Sarung di Bekasi Ternyata Sering Dianiaya Orangtua

Bocah laki-laki berinisial RMR (4) yang jasadnya ditemukan terbungkus sarung dibunuh oleh orangtuanya sendiri.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Pasutri pembunuh anaknya di ruko kosong Bekasi dan ilustrasi garis polisi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Bocah laki-laki berinisial RMR (4) yang jasadnya ditemukan terbungkus sarung dibunuh oleh orangtuanya sendiri.

Korban dianiaya hingga tewas oleh pasangan suami istri bernama Aidil Zacky Rahman alias Zack alias Kidoy (19) dan Sinta Dewi (22) di sebuah ruko di Kampung Jatibaru, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (5/1/2025).

Pasutri yang telah ditetapkan tersangka itu ternyata sudah sering menganiaya korban.

"Sebelumnya anak korban sering mendapat kekerasan dari para tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra, Senin (13/1/2025).

Wira mengungkapkan, kedua tersangka sering memukul kepala dan bahkan menyundut tubuh korban menggunakan rokok.

Penganiayaan itu disebabkan karena korban kerap buang air besar (BAB) di celana tanpa memberitahu kedua orangtuanya.

"(Korban) dipukul di bagian kepala, badan dan dibakar atau disundut rokok karena buang air besar di celana tidak pernah memberitahukan, walaupun sudah dibilang berkali-kali," ungkap Dirreskrimum.

Adapun pembunuhan terhadap bocah malang dipicu karena kedua tersangka kesal setelah korban muntah di teras minimarket tempat mereka mengemis.

"Pada Minggu, 5 Januari 2025 sekitar pukul 20.45 WIB, korban muntah di teras minimarket karena habis minum susu pemberian orang," kata Wira.

Tersangka Zacky lalu membersihkan muntah korban yang berceceran di teras minimarket.

Namun, ketika hendak meninggalkan lokasi, Zacky dipanggil oleh seorang karyawan minimarket untuk kembali membersihkan sisa muntah anaknya.

"Karyawan tersebut menyampaikan kepada para tersangka 'apabila diulangi lagi (muntah di teras), maka tidak diperbolehkan mengemis di tempat tersebut'," ujar Wira.

Teguran itu membuat Zacky kesal. Ia dan Sinta pun kembali ke ruko tempatnya biasa beristirahat. Di ruko inilah kedua tersangka menganiaya korban hingga tewas.

Sambil menasihati anaknya, Sinta menampar pipi dan mencubit paha korban berkali-kali. Setelahnya, giliran Zacky yang menganiaya korban.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved