Ramadan 2025
Sidak ke Pasar Tomang, Jakarta Barat, Kenneth DPRD DKJ Temukan Harga Beras dan Cabai Tak Sesuai HET
Anggota Komisi C DPRD Jakarta Hardiyanto Kenneth melakukan sidak, di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (28/2/2025) pagi.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Anggota Komisi C DPRD Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (28/2/2025) pagi.
Sidak tersebut dilakukannya dalam rangka menjaga stabilitas harga pokok dalam memasuki bulan Ramadan 1446 Hijriah.
Ia turut didampingi oleh Dirut PD Pasar Jaya, Agus Himawan, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso, Dirut Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman; dan Lurah Tanjung Duren Selatan, Indri Prawiji beserta jajarannya.
Dalam sidak tersebut, Kenneth menemukan harga beras yang dijual di Pasar Tomang Barat melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Saat saya melakukan penelusuran di Pasar Tomang Barat, saya menemukan ada pedagang yang menjual beras dan cabai melebihi HET, ada margin yang berlebih," kata Kenneth.
Atas temuan tersebut, Kenneth akan berkoordinasi dengan PT Food Station Tjipinang Jaya dan PD Pasar Jaya, terkait perihal adanya pedagang yang masih menjual melebihi HET.
"Saya sudah minta kepada Dirut Food Station agar supaya diselesaikan. Karena pedagang tidak boleh menjual barang dagagannya di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah, Apalagi sudah mau memasuki bulan suci Ramadan," ujarnya.
Pria yang juga menjabat Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu juga meminta kepada sejumlah stakeholders untuk melakukan pengecekan regulasi atau keputusan pemerintah terkait HET barang-barang dagangan seperti beras, minyak goreng, cabai, gas LPG dan lain-lain.
Pasalnya, sambung Kenneth, Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menginginkan para pedagang tidak menjual barang dagangannya dengan harga di atas HET.
Kata dia, hal itu guna melindungi konsumen dan menjaga stabilitas harga.
"Pada prinsipnya, kami ingin supaya pada saat pemerintahan Pram-Rano ini jangan ada harga-harga yang terlalu mahal.
Takutnya orang menengah ke bawah kan enggak bisa membeli," ujar dia.
Kenneth pun menegaskan, dirinya bakal terus melakukan pengawasan terkait harga kebutuhan pokok yang melejit saat bulan Ramadan.
Lebih lanjut dia pun mengakui, kecurangan dalam penerapan HET sering terjadi di berbagai sektor, seperti modus pedagang atau distributor menaikkan harga dengan alasan stok terbatas, atau kenaikan harga bahan baku hingga mengubah kemasan untuk menghindari HET, dan permainan harga di pasar tradisional dan modern.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/SIDAK-PASAR-Anggota-Komisi-C-DPRD-Jakarta-dari-Fraksi-PDI-Perjuangan-Hardiyanto-Kenneth.jpg)