Gubernur Pramono Akui Arus Pendatang Usai Lebaran Jadi Persoalan Buat Jakarta

Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengakui, arus pendatang yang ingin mengadu nasib usai Lebaran jadi persoalan buat Jakarta.

TRIBUNJAKARTA.COM/ Elga Hikari Putra
PENDATANG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan penyebab munculnya bau dan polusi di fasilitas pengolahan sampah RDF Plant, Rorotan, Jakarta Utara. Kini, Pramono bicara soal pendatang yang akan membanjiri Jakarta setelah lebaran. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengakui, arus pendatang yang ingin mengadu nasib usai Lebaran jadi persoalan buat Jakarta.

Fenomena derasnya arus pendatang yang ke Jakarta usai lebaran ini pun seolah sudah jadi tradisi yang selalu terjadi setiap tahunnya.

“Yang akan menjadi persoalan buat Jakarta bukan mudiknya, tetapi setelah mudik. Karena bagaimanapun dengan kondisi ekonomi yang seperti ini pasti akan ada kelompok masyarakat yang mencari harapan baru bertarung di Jakarta,” ucapnya di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/3/2025).

Meski demikian, Pramono memastikan Pemprov DKI tak akan melakukan operasi yustisi seperti yang dulu sempat diterapkan di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Hal ini pun disebut Pramono, sudah disampaikan kepada seluruh jajarannya.

“Kita tidak boleh tidak memanusiakan orang, sehingga enggak ada operasi justisia yang dulu pernah ada, saya melarang untuk itu,” ujarnya.

Nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan menggunakan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memastikan pendatang memiliki identitas dan ada jaminan teman tinggal.

“Kalau warga masyarakat yang tidak mempunyai KTP, tentunya dia harus ada yang menjamin, dia mau pergi kemana. Maka itulah yang akan diterapkan, lebih manusiawi, lebih terbuka, lebih transparan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Pramono pun mempersilakan siapa saja untuk datang dan mengadu nasib di Jakarta.

“Bagi siapapun mau datang ke Jakarta monggo saja, karena kami tahu Jakarta tetap menjadi tempat untuk siapa saja, mempertaruhkan harapannya,” kata Pram.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved