Menuju 5 Abad Jakarta

Bang Yos Nilai Pramono Anung Beda dari Gubernur Jakata Lain

Cara Pramono Anung memimpin Jakarta berbeda dengan gubernur-gubernur sebelumnya.

TRIBUNJAKARTA.COM - Cara Pramono Anung memimpin Jakarta berbeda dengan gubernur-gubernur sebelumnya.

Hal itu merupakan penilaian Gubernur Jakarta 1997-2007, Sutiyoso, saat bicara di Youtube podcast Ruang Jakarta membahas '5 Abad Jakarta', dikutip Kamis (23/4/2026).

Ego Sektoral

Mulanya, Sutiyoso menjelaskan, ada Gubernur Jakarta yang menjabat setelah dirinya memiliki masalah ego sektoral.

Gubernur tersebut enggan melanjutkan program atau warisan pendahulunya. Hal itu, menurut Sutiyoso, menghambat pembangunan Jakarta.

"Itu ada pemikiran seperti itu. Ini yang saya baca. Egonya itu masih (ada)," ujar Sutiyoso.

Pria yang karib disapa Bang Yos itu bercerita, Gubernur Jakarta 1966-1977, Ali Sadikin, pernah membuat air mancur di Monas untuk hiburan bagi masyarakat.

Bang Yos, yang sudah melihat atraksi air mancur bisa bergerak-gerak bak menari di Texas, Amerika Serikat, merenovasi air mancur era Ali Sadikin.

Namun, ide air mancur yang diinisiasi Ali Sadikin tak dihapus begitu saja, melainkan diabadikan dalam bentuk prasasti.

"Air mancur ini dibuat oleh Ali Sadikin dan direnovasi oleh Sutiyoso. Ali Sadikin tanda tangan aku tanda tangan itu."

"Ngapain aku cari nama kaya gitu dan meruntuhkan pendahulu saja," ujarnya.

Pramono Berbeda

Menurut Bang Yos, Gubernur Jakarta saat ini, Pramono Anung sudah melakukan pembangunan Jakarta secara keberlanjutan.

Pramono kerap mengunjungi para pendahulunya, termasuk Bang Yos, Gubernur Jakarta 2007-2012 Fauzi Bowo hingga Gubernur Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan. Ia juga berkomitmen untuk melanjutkan program pendahulunya.

"kita siap untuk diajak bicara untuk didatangi iya. Nah, yang seperti itu ya, saya bisa sebut nama terus terang ya. Itu adalah Gubernur Pramono Anung," kata Bang Yos.

Bang Yos melihat pembangunan Jakarta di bawah Pramono sudah sesuai jalur, dengan melanjutkan program gubernur-gubernur sebelumnya dan mencanangkan Jakarta sebagai kota global.

"Kita memang harus menjadi kota global," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved