Menuju 5 Abad Jakarta

Bang Yos Nilai Pramono Anung Beda dari Gubernur Jakata Lain

Cara Pramono Anung memimpin Jakarta berbeda dengan gubernur-gubernur sebelumnya.

Salah satu program Bang Yos yang dilanjutkan Pramono adalah konsep tata ruang Megapolitan, yakni pembangunan yang melibatkan wilayah tetangga, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

Pramono memperluas jangkauan bus TransJakarta menjadi Transjabodetabek dengan membuka trayek dari Bodetabek dengan tarif yang disubsidi.

"Logikanya kan seperti itu kan. Menjadi beres, gak sumpek Jakarta kan."

"Gak memusat kemacetannya di Jakarta kan," kata Bang Yos.

PTM

Pria yang lama berkarir di TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal itu mengatakan, selama satu dekade memimpin Jakarta, ia telah menyiapkan konsep besar mengembangkan Jakarta menjadi kota modern.

Bang Yos membuat konsep Pola Transportasi Makro (PTM). 

Jakarta dalam bayangan Bang Yos, dengan PTM-nya, akan mengembangkan transportasi umum berupa busway, Mass Rapid Transit (MRT), monorail, Light Rail Transit (LRT) hingga waterway.

Tak hanya itu, PTM juga memasukkan konsep soal park and ride hingga Electronic Road Pricing (ERP).

"Contoh yang ekstrem ya aku membuat PTM tadi Pola Transportasi Makro ya, ada monorel, ada busway, ada LRT, ada waterway. Itu enggak bisa saya dua periode, enggak akan cukup. Harus berlanjutan kan, karena kita perlu investor yang membesarkan dan ini harus diteruskan begitu aku berhenti," paparnya.

Ia bersyukur beberapa konsepnya bisa diteruskan, seperti MRT dan LRT.

Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved