Viral di Media Sosial

Polemik Konten Rendang Memanas: Willie Salim Dilaporkan ke Polisi hingga Kena Marah Gubernur

Polemik konten masak rendang daging sapi 200 kilogram memanas. Willie Salim kini dilaporkan ke polisi hingga kena marah Gubernur Palembang, Herman Der

Tayang:
Willie Salim (Instagram @willie27_) dan Herman Deru (KOMPAS.com/FREDERIKUS TUTO KE SOROMAKING)
KENA MARAH GUBERNUR - Kolase foto Willie Salim saat membuat konten memasak rendang dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Herman Deru murka dengan Willie Salim karena kontennya dianggap mencoreng nama Palembang. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Polemik konten masak rendang daging sapi 200 kilogram memanas. Willie Salim kini dilaporkan ke polisi hingga kena marah Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.

Seperti diketahui, pada Kamis (20/3/2025), Willie mengunggah dua video tentang masak besar rendang di Palembang.

"RENDANG 1 EKOS SAPI!! PALEMBANG," tulisnya pada caption unggahan.

Pada video pertama, Willie terlihat mulai memasak rendang dari mulai memasukkan minyak, bumbu hingga daging ke wajan raksasa.

Saat itu langit sudah gelap, latar Jembatan Ampera pun terlihat samar.

"Sudah jam 7 daging belum masuk," kata Willie pada video.

Di video kedua, Willie terlihat kaget karena setelah dari toilet sebentar, rendang yang sedang dimasaknya tiba-tiba raib.

Seorang polisi berpangkat Iptu menjelaskan kepada Willie bahwa warga tak sabar menunggu matang dan langsung mengambil sendiri daging yang sedang dimasak.

"Lenyap seketika, semenit tak sampai," kata polisi.

Willie pun mengaku takjub karena masakannya yang belum matang langsung diambil warga.

"Gak pernah terjadi sebelumnya," kata Willie pada video.

Banjir Kritik

Setelah video tersebut diunggah, Willie justru banjir kritik.

Dia dianggap memberi cap citra buruk warga Palembang.

Artis dan tokoh asal Palembang, Fenita Arie hingga Helmy Yahya pun angkat bicara mengkritik Willie.

Menurut Fenita Arie, imbas dari konten hilangnya daging rendang 200 kilogram itu kini membuat citra kota Palembang buruk di mata publik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved