Viral di Media Sosial
Ricuh, Emak-emak Ngomel di Acara Richard Lee dan Pemkot Palembang Bagi-bagi Rendang, Ini Kata Kadis
Viral di media sosial yang menayangkan acara Pemerintah Kota Palembang dan dr Richard Lee bagi-bagi rendang, berujung rusuh.
TRIBUNJAKARTA.COM - Viral di media sosial yang menayangkan acara Pemerintah Kota Palembang dan dr Richard Lee bagi-bagi rendang, berujung kericuhan.
Dikutip dari Instagram @medsos_rame, antusias warga menghadiri acara tersebut sangat besar.
Terlihat dari antrean warga yang mengular panjang untuk mendapatkan kupon pengambilan rendang.
Sayangnya, tak semua warga kebagian kupon.
Mereka yang tak mendapatkan kupon mengaku kecewa lantaran telah menunggu lama dan kelelahan.
Antrean pun sempat tak terkendali karena warga berebutan mengambil kupon yang ditebar.
Mereka berebutan mengambil kupon yang jatuh di bawah tanah.
Bahkan ada sejumlah emak-emak yang terjatuh karena terdorong oleh warga lainnya.
"Dilempar (kuponnya), engga dapat. Sakit saya terguling-guling. Saya (antre) dari jam 2, tapi enggak dapat," kata Ranti, warga Palembang seperti dikutip dari akun tersebut yang mengambil dari video @liputan6.
Ibu Eka senasib dengan Ranti.
Harapannya untuk mendapatkan rendang hari itu juga sirna lantaran tak kebagian kupon.
"Lama nunggu di sini, enggak dapat (kuponnya). Jangan janji-janji manis kita udah datang jauh-jauh, kasihanilah," ujarnya kecewa.
Kendati ada kericuhan terkait kupon pembagian rendang, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan acara tersebut secara keseluruhan berlangsung baik.
Hal itu karena terjalinnya koordinasi antara pihak pemerintah dengan penyelenggara.
"Kita ikuti dari awal acaranya sangat tertib. Ada acara formal dan non formalnya, ini acara jalan seperti yang kita harapkan. Ini lah contoh bahwa kalau suatu event kegiatan dikoordinasikan dan mendapat izin serta difasilitasi oleh pemerintah," ujarnya.
| Kejanggalan di Daycare Little Aresha Jogja Terbongkar, Orang Tua Ungkap Luka pada Anak |
|
|---|
| Lita Gading Sentil Daycare Little Aresha Jogja: Karyawannya Berpendidikan tapi Mental Terganggu |
|
|---|
| Disindir "Shut Up KDM" oleh Bobotoh, Dedi Mulyadi Ungkap Peran Menteri Ara di Bonus Persib |
|
|---|
| DC Tipu Damkar Semarang, Sudah Minta Maaf ke Ade Bhakti, Kombes Manang Soebeti: Jangan Dimaafkan |
|
|---|
| Cerita Pilu Korban ke Ibunya Soal Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogya, Polisi: Tak Manusiawi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-Liputan6-dan-KompascomBaharudin-Al-Farisi.jpg)