Pria Bekasi Tewas di Kamboja

Ada Ruangan Khusus Penyiksaan, Eks Admin Judol Kamboja Cerita Temannya Tewas Disetrum

Praktik penyiksaan dilakukan perusahaan judol Kamboja terhadap pekerjanya benar terjadi, hal ini berdasarkan pengakuan eks admin, Febby Febriadi.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Praktik penyiksaan dilakukan perusahaan judi online (judol) Kamboja terhadap pekerjanya benar terjadi, hal ini berdasarkan pengakuan Febby Febriadi seorang mantan admin yang berhasil pulang ke Indonesia. 

Selama tujuh bulan bekerja di Kamboja, Febby memang tidak pernah merasakan penyiksaan fisik secara langsung karena dia berusaha bekerja sesuai target. 

Tapi dia mengetahui langsung ada seorang temannya menjadi korban penyiksaan, dihukum dengan cara disetrum hingga tak diberi makan selama tiga hari. 

"Kalau penyiksaan itu denger-denger di sana tuh banyak yang sampe kayak mulai dari ginjalnya diambil pernah denger, tapi buat gue pribadi sendiri yang bener-bener kejadian dirasain sama temen gue itu sendiri ya disetrum, disetrum abis-abisan sama perusahaan," kata Febby. 

Alasan pihak perusahaan melakukan penyiksaan biasanya karena tak memenuhi target atau admin melanggar peraturan seperti misalnya mencuri. 

Temannya lanjut Febby, disiksa karena diduga mencuri uang perusahaan sehingga dia dipaksa untuk mengaku dengan cara disetrum dan tidak diberi makan. 

"Dalam artian main itu dia nyuri uang perusahaan. Bahkan sampai di setrum enggak dikasih makan selama tiga hari," kata Febby. 

Pihak perusahaan biasanya memiliki algojo, temannya yang dituduh mencuri disiksa dibawa ke sebuah ruangan khusus sampai kabarnya meregang nyawa. 

"Mati, karena disetrum enggak dikasih makan. Dia bener-bener enggak pake apa-apa disimpan di ruangan. Ruangan ketutup kayak gitu," ucapnya. 

Hal ini sontak membuat pekerja lain tertekan, mereka mengetahui temannya meregang nyawa dan tak bisa berbuat apa-apa. 

"Ya gimana, Yang biasanya dia duduk di samping kita segala macem. Canda-canda kayak gitu ya. Ngeliat dan denger berita kalo temen sampe kayak gitu yaudah. Itu bikin semua banyak yang mental hancur," ungkap Febby. 

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved