Viral di Media Sosial

Hercules 'Gerah' dengan Ulah Dedi Mulyadi yang Musuhi Ormas: Anda Jadi Gubernur karena Nama Prabowo

Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau lebih dikenal dengan Hercules merasa 'gerah' dengan sikap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

|
Kompas.com/Dinda Aulia Ramadhanty, tim media Prabowo Subianto dan tangkapan layar Kompas TV.
HERCULES SENGGOL DEDI - Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, merasa gerah dengan ulah Dedi Mulyadi yang memusuhi ormas-ormas di Jabar. (.Kompas.com/Dinda Aulia Ramadhanty, tim media Prabowo Subianto dan tangkapan layar Kompas TV). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau lebih dikenal dengan Hercules merasa 'gerah' dengan sikap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi akhir-akhir ini disorot karena cenderung memusuhi ormas-ormas di Jawa Barat. 

Ia meminta agar Dedi merangkul ormas di Jabar, termasuk GRIB Jaya. 

Sebab, Dedi mampu menjadi orang nomor satu se-Jawa Barat tersebut karena ormas yang mendukung Presiden Prabowo Subianto

"Kalau kamu jadi gubernur, bukan kamu yang memusuhi mereka. Kamu bisa jadi gubernur karena nama besarnya Partai Gerindra, partai pemenang Pilpres, ini pertama dan yang kedua nama besarnya Pak Presiden kita Pak Prabowo, makanya anda bisa jadi gubernur," ujar Hercules seperti dikutip dari Youtube Unlocked yang tayang pada Rabu (30/4/2025). 

Tanpa Gerindra sebagai kendaraan politiknya dan sosok Prabowo, kata Hercules, Dedi tak bakal menduduki kursi Gubernur. 

"Kemarin pertarungan lawan Ridwan Kamil, anda tidak pakai Partai Gerindra, anda tidak ada suaranya. Saya tinggal di Jawa Barat dan sudah puluhan tahun. Anak buah saya hampir 500 ribu di Jawa Barat, dukung Dedi Mulyadi jadi Gubernur," katanya.

Ia tak sepakat jika ormas harus ditumpas. 

"Ormas tuh banyak sekali kekuatannya, saya punya anak buah di Jawa Barat itu ada hampir 500 ribu, kalau saya suruh 50 ribu orang datang ke Gedung Sate, bagaimana Dedi Mulyadi?" ujarnya.

Ia menegaskan bahwa 50 ribu massa yang datang ke Gedung Sate tak bakal bisa dibubarkan. 

Bahkan, sekalipun dikerahkan pihak kepolisian untuk membubarkannya. 

"Enggak bakal bisa dibubarin, enggak bisa. Datang 50 ribu orang, tidak merusak dan anarkis, polisi pun tidak bisa membubarkan mereka, tidak bisa dan itu dilindungi oleh undang-undang, wajib dan wajar untuk mereka datang dulu," katanya.

Hercules pun meminta agar Dedi Mulyadi merangkul ormas dan mengajak mereka bersinergi bersama TNI dan Polri.

"Sekarang sudah jadi gubernur, ormas itu dirangkul mengajak mereka. 'Hei, masyarakat Jabar, ormas-ormas Jabar mari mendukung program-program saya gubernur, dukung saya bersinergi sama TNI-Polri bagaimana menciptakan aman nyaman damai."

"Karena negara ini negara hukum, (oknum yang bersalah) kalian bertanggung jawab secara hukum yang berlaku di Indonesia, bukan panggil TNI, panggil Polri," ujarnya.

Terlalu berlebihan

Menurut Hercules, sikap Dedi Mulyadi terlalu berlebihan memusuhi ormas-ormas di Jawa Barat.

Mantan raja preman tersebut melanjutkan ada peran besar ormas di balik terpilihnya Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Terlalu berlebihan KDM, dia jadi gubernur juga kita dukung habis-habisan, karena anggota saya sudah hampir 500 ribu orang di Jawa Barat, semua dukung (Dedi jadi Gubernur)," ujar Hercules.

Hercules juga yang membantu mengerahkan kiai hingga ulama untuk mendukung Dedi Mulyadi sebagai gubernur. 

"Saya baru saja diangkat jadi panglima beberapa ribu pondok (pesantren) di Jawa Barat. Jadi, jangan terlalu berlebihan lah," lanjutnya. 

Ia mengingatkan mantan Bupati Purwakarta tersebut agar tidak memusuhi ormas. 

Pasalnya, ormas itu organisasi yang lahir dari masyarakat. 

"Ormas itu bukan musuh. Bukan musuhnya pemerintah, bukan musuhnya gubernur, ormas itu berangkat dari masyarakat menjadi organisasi, jadi organisasi masyarakat. Anda jadi gubernur didukung oleh kita-kita semua," jelasnya.

Respons Dedi terkait premanisme

Sebelumnya, Kabid Komunikasi Publik DPP GRIB Jaya, Razman Nasution, memperingatkan Dedi Mulyadi untuk tidak mengusik organisasinya.

Razman mengultimatum Gubernur Jabar agar tidak menstigma negatif ormas Grib Jaya yang bisa memancing gesekan sosial.

Menanggapi ultimatum tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjawab santai karena fokus utamanya saat ini adalah bekerja untuk memastikan iklim investasi di Jabar berjalan kondusif.

"Oh itu, biasalah. Kita ini pemerintah menjalankan tugas untuk menjaga investasi berjalan dengan baik," kata Dedi di Gedung Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (28/4/2025).

Dedi mengatakan, segala bentuk ancaman tidak akan mengubah caranya bekerja membereskan persoalan yang terjadi di Jabar.

Apalagi saat ini dirinya mempunyai tugas besar sebagai seorang gubernur agar bisa menekan angka pengangguran.

"Rakyat bisa bekerja, rakyat bisa sejahtera. Tugas saya itu, saya tidak akan pernah mendengarkan ancaman dari siapapun, kalau itu mengganggu kinerja saya," ucapnya.

Meski demikian, dia mengaku tidak anti kritik terhadap kebijakan-kebijakannya. Dia terbuka terhadap kritik membangun demi kemaslahatan warga Jabar.

"Saya akan mendengarkan kritik siapapun, kalau itu bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," pungkasnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diultimatum Grib Jaya, Dedi Mulyadi Hanya Akan Dengarkan Kritik, Bukan Ancaman".

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved