Operasi Berantas Jaya di Jakbar, Polisi Ciduk 14 Pak Ogah Diduga Anggota Ormas

Polres Metro Jakarta Barat turut menggelar Operasi Berantas Jaya Tahun 2025 untuk menindak aksi premanisme dan pemerasan.

Tribunjakarta/Elga Hikari Putra
PAK OGAH KENA CIDUK - Sejumlah pak ogah yang diciduk polisi saat menggelar operasi berantas jaya 2025 di wilayah Tamansari, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Polres Metro Jakarta Barat turut menggelar Operasi Berantas Jaya Tahun 2025 untuk menindak aksi premanisme dan pemerasan.

Hasilnya, ada 14 orang berhasil diamankan. Mereka terdiri dari juru parkir liar dan "pak ogah" yang kerap beroperasi secara tidak resmi dan meresahkan di wilayah Tamansari, Jakarta Barat.

“Empat belas orang kami amankan dari berbagai lokasi rawan gangguan ketertiban, seperti parkiran Apotek Roxy, putaran Grand Paragon, lampu merah Olimo, hingga perempatan Pujasera dan Mangga Besar,” ujar Kanit Reserse Kriminal Umum, AKP Diaz Yudhistira Jananuraga kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).

Setelah diamankan, ke-14 orang tersebut langsung didata dan akan dilakukan pengecekan lebih lanjut apakah mereka terafiliasi dengan organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Diaz menjelaskan, operasi ini merupakan bagian dari kegiatan terpadu Operasi Berantas Jaya yang dilaksanakan pada 9–23 Mei 2025 dan menyasar praktik premanisme, pemerasan, penganiayaan, serta bentuk gangguan keamanan lainnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara bertahap dan menyeluruh di seluruh wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.

"Dimana tujuannya untuk memastikan masyarakat merasa aman dari potensi gangguan jalanan," kata dia.

Sementara itu, di Jakarta Pusat, libur panjang atau long weekend pekan ini ternyata masih banyak dimanfaatkan oleh para preman berkedok anggota Ormas yang memeras warga.

lihat fotoGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi santai menanggapi polemik siswa nakal yang dikirim ke barak militer. Dalam Instagram pribadinya, ia sampai menyinggung soal kepemimpinannya kala menjadi Bupati Purwakarta. Tudingan hingga kebencian, baginya adalah hal yang biasa dan sudah menjadi santapan hariannya sebagai seorang pemimpin.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi santai menanggapi polemik siswa nakal yang dikirim ke barak militer. Dalam Instagram pribadinya, ia sampai menyinggung soal kepemimpinannya kala menjadi Bupati Purwakarta. Tudingan hingga kebencian, baginya adalah hal yang biasa dan sudah menjadi santapan hariannya sebagai seorang pemimpin.

Setidaknya hal itu terlihat dari hasil operasi penertiban premanisme bertajuk Berantas Jaya yang digelar Polres Metro Jakarta Pusat.

Total ada sembilan preman yang ditangkap polisi di tiga lokasi berbeda di Jakarta Pusat dari laporan warga.

Para pelaku diketahui memaksa pengunjung untuk membayar tarif parkir liar hingga lebih dari Rp50.000.

"Aksi pemalakan ini terjadi di tiga lokasi berbeda dalam rentang waktu tiga hari berturut-turut mulai dari Jumat 9 Mei sampai Minggu 11 Mei 2025," kata Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Danny Yulianto kepada wartawan di kantornya, Senin (12/5/2025).

Adapun lokasi tempat para preman ini memeras para pengendara yakni terjadi di  area parkir Mall Thamrin City dan di Silang Monas Jalan Merdeka Barat yang memang menjadi lokasi ramai wisatawan saat libur panjang.

"Para korban diarahkan oleh para pelaku ke lokasi parkir ilegal dan diminta membayar uang secara paksa.

Ada korban yang dipatok Rp20.000, lainnya Rp35.000, bahkan hingga lebih Rp50.000, padahal seharusnya tidak dikenakan biaya parkir karena lokasi berada di zona bebas pungutan liar," ujar Danny.

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved