Pasar Induk Kramat Jati Kondusif Usai Penangkapan Preman Berkedok Ormas
Aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur kembali normal usai Polda Metro Jaya meringkus preman berkedok Ormas pelaku pengancaman.
Penulis: Bima Putra | Editor: Nur Indah Farrah Audina
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur kembali normal usai Polda Metro Jaya meringkus preman berkedok Ormas pelaku pengancaman.
Pelaku, P (44) yang merupakan seorang pengurus Ormas diringkus Subdit Resmob Polda Metro setelah mengancam Kepala Keamanan Pasar Induk Kramat Jati, Iptu (Purn) Teguh.
Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun mengatakan setelah penangkapan tersebut kegiatan jual beli di pasar kini berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan.
"Kita sama-sama lihat para pedagang aktivitasnya seperti biasa, berjualan, berinteraksi dengan para pembeli dan sebagainya. Terlihat aman, nyaman," kata Agus, Sabtu (17/5/2025).
Diharapkan kondisi Pasar Induk Kramat Jati saat ini dapat terus bertahan, sehingga program penataan pasar yang dilakukan Perumda Pasar Jaya dapat berjalan tanpa hambatan.
Tidak ada lagi kasus preman berkedok Ormas yang mengancam petugas keamanan Pasar Induk Kramat Jati saat penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) sebagaimana kasus P.
Terlebih dalam waktu dekat Perumda Pasar Jaya berencana melanjutkan revitalisasi Los C Pasar Induk Kramat Jati, guna meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli.
"Harapannya tidak ada lagi intimidasi-intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga penataan yang kami lakukan bisa berjalan sesuai dengan harapan kita," ujarnya.
Pengelola Pasar Induk Kramat Jati juga akan melakukan alih fungsi lahan yang sebelumnya digunakan untuk posko Ormas menjadi taman sebagai area penghijauan.
Sementara guna mencegah kasus premanisme, Agus menuturkan membuka peluang membuat nota kesepahaman dengan aparat penegak hukum untuk meningkatkan keamanan.
Mengingat Pasar Induk Kramat Jati merupakan pusat perbelanjaan sayur dan buah yang aktivitas jual belinya berlangsung 24 jam, sehingga butuh upaya pencegahan.
"Harapan ini bisa kita lakukan untuk bisa memastikan keberlanjutan, keamanan dan kenyamanan di Pasar Induk dengan melibatkan aparat penegak hukum. Baik dari TNI, Polri dan Satpol PP," tuturnya.
Sebelumnya Kepala Keamanan Pasar Induk Kramat Jati, Iptu (Purn) Teguh menjadi korban pengancaman preman berkedok Ormas saat bertugas pada Sabtu (10/5) malam.
Kala itu, pelaku yang merupakan pengurus Ormas menanyakan alasan ratusan lapak para PKL di area U-Shape 'binaan' kelompoknya ditertibkan petugas keamanan Pasar Induk Kramat Jati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Kondisi-di-Pasar-Induk-Kramat-Jati-kini.jpg)