Aksi Ojol di Monas Sempat Memanas, Massa Tak Mau Temui Perwakilan Kemenhub
Ujuk rasa pengendara ojol)di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025) sempat memanas. Massa tidak mau temui perwakilan Kemenhub.
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Aksi unjuk rasa yang dilakukan para pengendara ojek online (ojol) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Selasa (20/5/2025) sempat memanas.
Hal itu terjadi saat mereka menolak jika negoisasi yang dilakukan di Kementerian Perhubungan terkait tuntutan mereka hanya diterima oleh pihak perwakilan kementerian tersebut.
Massa ingin yang menemui mereka adalah Menhub, Dudy Purwagandhi.
Adapun sosok yang menjadi perwakilan Kemenhub itu adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Ahmad Yani.
Selain disoraki massa, Yani dan timnya turut dilempari botol air mineral oleh massa.
Lantaran ditolak, Yani tidak jadi berdialog massa aksi.
"Kami tidak mau perwakilan, maunya menteri," kata salah seorang peserta aksi menggunakan pengeras suara.
Kapolda Turun Tangan
Tak lama kemudian, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto yang tiba di lokasi bertindak menjadi negosiator, agar massa bisa diterima oleh pihak kementerian.
“Kalau 50 orang itu kebanyakan. Jangan banyak-banyaklah. Perwakilan dari kalian aja,” kata Karyoto saat melakukan negosisasi dengan massa.
Usai melakukan negosiasi, terlihat ada sekira 20 perwakilan dari pihak ojol yang berjalan menuju Kementerian Perhubungan.
Hingga pukul 17.15 WIB, perwakilan massa masih berada di Kementerian Perhubungan.
Adapun tuntutan utama dari aksi hari ini yakni mendesak pihak aplikator untuk menurunkan potongan menjadi hanya 10 persen.
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel TribunJakarta.com. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.