3 Gubernur Pidato Seragam Saat Harkitnas, Dedi Mulyadi Beda Sendiri Ogah Ikut Pemerintah Pusat

Pidato sejumlah gubernur pada upacara Hari Kebangkita Nasional (Harkitnas) 2025 menjadi sorotan masyarakat, tak terkecuali Dedi Mulyadi

Tayang: | Diperbarui:
Pramono (Dok. Pemprov Jakarta), Dedi (Instagram @dedimulyadi71), Taj Yasin (Dok. Pemprov Jateng) dan Khofifah (Dok. Pemprov Jatim)
PIDATO HARKITNAS - (Kiri ke kanan) Kolase foto Gubernur Jakarta Pramono Anung, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, masing-masing saat berpidato di upacara Harkitnas 2025. Pidato Dedi beda sendiri dari tiga lainnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pidato sejumlah gubernur pada upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2025 menjadi sorotan masyarakat, tak terkecuali Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Akun Threads @narif_narif01 mengompilasi pidato Gubernur Jakarta Pramono Anung, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Dedi Mulyadi.

Pramono, Taj Yasin dan Khofifah membaca pidato yang sama.

Ketiganya membaca teks yang sudah disediakan.

Sementara, Dedi Mulyadi berpidato tanpa teks dan berbeda dari ketiganya.

Pada video yang diunggah akun @narif_narif01, Pramono, Taj Yasin dan Khofifah membaca teks pidato pada bagian yang sama.

"Kita tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Kita sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan bangsa," kata ketiga gubernur, bergantian, seperti pada video.

Sementara, cuplikan pidato Dedi Mulyadi justru membahas soal programnya, yakni pembinaan siswa nakal di barak militer.

"Pandangan-pandangan buruk terhadap militer adalah pandangan-pandangan orang yang takut anak Indonesia bangkit, yang takut anak Indonesia mencapai kemajuan."

"Mereka takut bangsa ini menjadi bangsa kokoh dan tegap. Mereka ingin bangsa Indonesia jadi bangsa pemabuk, yang setiap hari mabuk akan ilmu pengetahuan, yang setiap hari bertengkar di TV, yang setiap hari bertengkar di medsos. Sementara hamparan kekayaan alam diambil sama mereka," kata Dedi pidato berapi-api.

Pengunggah video tersebut pun membubuhkan keterangan, "#Yg lain bukan lagi berpidato..tapi lagi baca ????????jauh banget sama KDM ."

Panduan Upacara

Penelusuran TribunJakarta, pidato Pramono, Taj Yasin maupun Khofifah ternyata mengikuti naskah pidato yang sudah disiapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sedangkan, Dedi Mulyadi ogah mengikuti teks yang sudah disiapkan dan memilih menggunakan kesempatan tersebut untuk membahas programnya di Jawa Barat.

Komdigi memang menerbitkan pedoman peringatan Harkitnas 2025, termasuk panduan upacaranya.

Melansir pedoman surat Menteri Komunikasi dan Digital Nomor B-395/M.KOMDIGI/HM.04.01/05/2025, berikut panduan upacara Harkitnas 2025:

  1. Pengibaran Bendera Merah Putih;
  2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya;
  3. Mengheningkan Cipta;
  4. Pembacaan Naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945;
  5. Pembacaan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Digital menyambut 117 Tahun Peringatan Hari Kebangkitan Nasional oleh Inspektur Upacara;
  6. Menyanyikan Lagu Perjuangan (Bagimu Negeri dan Satu Nusa Satu Bangsa);
  7. Pembacaan Doa (naskah doa sesuai dengan pedoman).
Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved