Pram-Rano Kompak Naik Transjakarta Tembus Macet Jakarta, Penumpang Curhat Minta Bus Diperbanyak

Pramono Anung-Rano Karno kompak kerja naik transportasi umum. Keduanya tampak berbaur dengan para penumpang Transjakarta lainnya.

Tayang:
Istimewa
KOMPAK NAIK BUS - Potret Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno saat naik Transjakarta dari Balai Kota Jakarta menuju Terowongan Kendal, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno kompak kerja naik transportasi umum.

Momen ini terjadi saat keduanya akan menghadiri relauching aplikasi Jakarta Kini (JAKI) di Terowongan Kendal, Menteng, Jakarta Pusat

Keduanya tampak naik bus Transjakarta rute 1P (Senen-Blok M) dari halte di depan Balai Kota Jakarta.

Begitu naik ke dalam bus, keduanya tampak berbaur dengan para penumpang Transjakarta lainnya.

Jalanan Jakarta yang macet sore ini pun menyebabkan perjalanan Pram-Doel ke Terowongan Kendal berlangsung cukup lama, kurang lebih 50 menit.

“Ya macet kita nikmatin, mungkin mau libur panjang, tapi ya apapun ini, bagian dari kami bisa berdialog dengan penumpang lainnya,” ucap Pramono setibanya di Terowongan Kendal, Rabu (28/5/2025).

Meski kondisi jalanan cukup padat, namun Pramono mengaku cukup menikmati perjalanannya naik transportasi umum.

Dibalik senyumnya menyapa warga net tiap pagi, Dedi Mulyadi rupanya menerima ancaman-ancaman jelang 100 hari kepemimpinannya yang jatuh pada 30 Mei 2025 mendatang. Apa saja?
Dibalik senyumnya menyapa warga net tiap pagi, Dedi Mulyadi rupanya menerima ancaman-ancaman jelang 100 hari kepemimpinannya yang jatuh pada 30 Mei 2025 mendatang. Apa saja?

“Saya sama bang Doel (merasa nyaman), bang Doel malah ngantuk-ngantuk tadi di jalan,” kata Pramono.

Selama hampir satu jam diperjalanan, Pramono mengaku mendapat banyak curhatan dari penumpang Transjakarta yant meminta armada bus diperpanjang di jam-jam sibuk, khususnya di beberapa rute padat.

Pasalnya, kondisi di dalam bus biasanya cukup padat di jam-jam sibuk sehingga mereka harus mendempet-dempetan satu dengan yang lainnya.

“Kalau soal fasilitas mereka mengapresiasi bus Transjakarta itu bersih-bersih. Hanya memang untuk halte dan sebagainya untuk bisa dibuat lebih baik frekuensinya,” ujarnya.

“Kalau bisa dibeberapa rute tentunya lebih sering (frekuensi kedatangan busnya), itu saja,” tambahnya menjelaskan.

(TribunJakarta)

Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel https://whatsapp.com/channel/0029VaS7FULG8l5BWvKXDa0f.

Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved