Tegas Barak Militer Jalan Terus,Dedi Mulyadi Pernah Beri Sindiran: Yang Belum Diurus Malah Dibiarkan

Pengiriman siswa bermasalah ke barak militer ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah didesak untuk dihentikan sementara.

Tangkap Layar Kompas TV
DEDI MULYADI DI UNPAS - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung kritikan soal barak militer. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengiriman siswa bermasalah ke barak militer ala Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tengah didesak untuk dihentikan sementara.

Desakan penghentian ini disampaikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan alasan harus ada evaluasi mengenai pelaksaan dan dampaknya terhadap anak-anak.

Sebab, sebelumnya berdasarkan temuan KPAI, ada pemaksaan terhadap anak-anak dengan ancaman mereka tidak akan naik kelas.

Kendati demikian, politisi Gerindra itu tegas mengatakan jika pembinaan karakter di barak militer ini tetap berjalan.

"Yang hari ini banyak pihak minta menghentikan, ya gapapa lah banyak pihak minta menghentikan. Kalau saya jalan terus karena itu baik untuk kepentingan masyarakat," jelasnya dikutip dari IG @dedimulyadi71, Rabu (28/5/2025).

Beri Sindiran Menohok

Pengiriman siswa nakal ke barak militer ini memang acap kali dikritik.

Dedi Mulyadi juga sudah berulang kali menanggapinya dengan santai.

Bahkan dalam unggahan tiga hari lalu di akun instagramnya, eks Bupati Purwakarta itu sempat menyampaikan unek-uneknya di depan lulusan Universitan Pasundan Bandung.

lihat fotoGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pamerkan slogan 'Bapak Aing' yang sudah sampai ke Arab Saudi. Namun di dalam negeri justru julukan ini digunakan untuk upaya adu domba sang gubernur.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pamerkan slogan 'Bapak Aing' yang sudah sampai ke Arab Saudi. Namun di dalam negeri justru julukan ini digunakan untuk upaya adu domba sang gubernur.

Dedi Mulyadi menyadari bahwa berbuat baik di negeri sendiri belum tentu mendapatkan penilaian baik. 

Ia menjelaskan harus siap menghadapi kaum-kaum kritis. Termasuk menghadapi mereka yang mengkritik kebijakan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer ini.

"Kenapa saya ngomong seperti ini? Karena nanti akan ada pemimpin-pemimpin yang tidak berani mengambil tindakan karena takut ada risiko. Akibatnya diantep" kata dia.

Dedi Mulyadi mengatakan jika permasalahan ini sudah diurus oleh dirinya bersama bupati maupun wali kota.

Para pengkritik justru bisa lebih memperhatikan anak-anak yang berada di jalan dan belum tersentuh olehnya untuk diurus.

"Saya katakan hari ini kita lagi ngurus 273 plus di kabupaten/kota mungkin ada seribu. Udah ini ma kami urus, udah yang sedang diurus oleh gubernur dan bupati/walikota gausah dikejar-kejar, gausah ditanyakan terus. Sudah ada orangtuanya ini yang mengurus. Silakan anda urus yang masih berkelahi di jalanan."

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved