Viral di Media Sosial

Dedi Mulyadi Disebut 'Gubernur Rasa Presiden', tapi Pramono Anung yang Dinilai Lebih Cocok, Kenapa?

Namun, ada juga yang menilai Pramono Anung lah, yang saat ini menjadi Gubernur Jakarta, lebih pantas yang menjadi calon presiden. 

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci dan YouTube KDM Channel
POTENSI CAPRES 2029 - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi disebut gubernur rasa presiden oleh sebagian orang, tetapi Gubernur Jakarta, Pramono Anung dinilai lebih cocok. (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci dan YouTube KDM Channel). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Perbincangan Pilpres 2029 menghangat meski 'pesta rakyat' tersebut baru saja selesai dengan Prabowo Subianto diresmikan sebagai Presiden ke-8 RI. 

Sosok Gubernur Jawa Barat, KDM (kang Dedi Mulyadi) digadang-gadang banyak orang cocok menjadi calon presiden pada 2029 mendatang. 

Namun, ada juga yang menilai Pramono Anung lah, yang saat ini menjadi Gubernur Jakarta, lebih pantas yang menjadi calon presiden. 

Sebelumnya, banyak warga yang menyanjung KDM untuk menjadi presiden RI. 

Salah satunya diungkapkan oleh seorang sopir asal Desa Korolama, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. 

Sopir taksi online tersebut nekat mengendarai mobil dari kampungnya menyeberang laut hanya demi bertemu Dedi Mulyadi di Jawa Barat. 

Dedi Mulyadi lalu menemuinya di sebuah kafe sembari mengobrol.

"Saking nge-fansnya sama bapak. Sampai dibela-dibelain tiga bulan cari ongkos untuk ke sini pak. Saking nge-fansnya karena baru kali ini bangsa ini punya pemimpin seperti bapak," ujar sopir tersebut. 

Sopir itu mengaku senang dengan kinerja Dedi Mulyadi sebagai gubernur lewat tayangan di media sosialnya. 

"Baru kali ini, ada gubernur seperti bapak serasa presiden," kata si sopir itu. 

"Ah, bohong itu. Presiden mah Pak Prabowo Subianto, harga mati itu," kata Dedi Mulyadi

Ia bersama istri dan anaknya nekat ke Jawa Barat hanya demi menemui Dedi Mulyadi

Perjalanan menemui Dedi Mulyadi, katanya, memakan waktu selama seminggu dari kampungnya.

"Berangkat hari Jumat subuh, nanti jalurnya melewati perbatasan dari Kabupaten Morowali, ke Poso terus sampai ke Makassar. Kemudian naik feri (kapal) turun ke Surabaya terus ke sini. Sampai lagi hari Jumat di Pakuan tempat bapak, nginep di mobil," katanya. 

Dedi Mulyadi lalu menawari sopir tersebut bersama istri dan anaknya menginap di hotel depan Lapangan Gasibu selama dua hari. 

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved