Cerita Kriminal

8 Fakta Istri Tewas-Suami Dalam Karung di Serang: Tangis Kencang Anak, Firasat Buruk Suara Gembok

Delapan fakta pembunuhan tragis yang menimpa pasutri di Kota Serang, Banten,Minggu (1/6/2025). Tangisan anak dan firasat buruk suara gembok

TribunBanten.com/Tangkap Layar/Engkos Koasih
PEMBUNUHAN PASUTRI DI SERANG -Warga Puri Anggrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang Banten digegerkan dengan kasus dugaan pembunuhan yang menimpa pasangan suami istri, Minggu (1/6/2025). Polresta Serang Kota menyelidiki kasus tersebut. (TribunBanten.com/Tangkap Layar/Engkos Koasih) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Simak delapan fakta pembunuhan tragis yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) di Kota Serang, Banten pada Minggu (1/6/2025).

Korban bernama  Wadison Pasaribu (47) dan Petry Sihombing (35).

Peristiwa itu menggegerkan warga Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantaka, Kota Serang sekira pukul 05.00 WIB.

Warga menemukan Petry dalam keadaan tengkurap dengan tangan diikat. Korban akhirnya tewas.

Sedangkan suaminya ditemukan terbungkus dalam karung. Kondisinya kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kakak kandung Petry Sihombing, Holmes Sihombing, berharap besar agar kasus ini segera terungkap.

“Harapan kami sekeluarga, kasus ini cepat terungkap agar kami juga bisa merasa tenang di kampung,” ujar Holmes Sihombing, Senin (2/6/2025).

Holmes mengak sangat terpukul atas kematian adiknya yang begitu tragis.  Ia mengenang Petry sebagai sosok yang baik dan penuh perhatian kepada keluarga.

“Perasaan kami sangat sedih, hati ini hancur. Adik saya itu baik sekali kepada keluarga,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Holmes juga mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku pembunuhan dan memberikan hukuman setimpal. Holmes juga mengimbau agar pelaku segera menyerahkan diri dan menyesali perbuatannya.

“Bertaubatlah. Segera menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib,” katanya.

TribunJakarta.com pun merangkum sejumlah fakta mengenai kasus pembunuhan pasutri di Kota Serang Banten:

1. Tangisan Anak

Tetangga korban, Jansen Pasaribu (57) mengatakan kejadian itu diketahui setelah anak korban yang berusia 7 Tahun keluar rumah menangis kencang, sambal teriak meminta tolong.

Jansen mengatakan, sebelum mendengar teriakan tolong dari sang anak, pada saat waktu adzan subuh dirinya sempat mendengar suara gembok garasi rumah korban seperti ada yang membukanya.

Sumber: Tribun banten
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved