Viral di Media Sosial
Beda Respon Kemenham dan Hendropriyono Soal Intorelansi di Cidahu, Ada yang Anggap Cederai Pancasila
Hendropriyono turut merespons terkait penyerangan terhadap warga yang sedang menjalani retret keagamaan di daerah Sukabumi, beda dengan Kemenham.
Akibatnya, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dari kejadian tersebut.
Kemenham siap tangguhkan 7 tersangka
Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) menyatakan siap menjadi penjamin bagi tujuh tersangka kasus perusakan rumah singgah di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Staf Khusus Menteri HAM, Thomas Harming Suwarta, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan penangguhan penahanan terhadap ketujuh tersangka.
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar usai kegiatan bersama Bupati, Kapolres, dan tokoh agama, Kamis (3/7/2025).
“Kami siap dari Kementerian HAM untuk memberikan jaminan agar para tujuh tersangka kami lakukan penangguhan penahanan dan ini (permintaan penangguhan penahanan) kami akan sampaikan secara resmi kepada pihak kepolisian,” ujar Thomas.
Ia menambahkan, kasus ini berawal dari kesalahpahaman warga terhadap aktivitas di rumah tersebut yang ternyata merupakan kegiatan retret para pelajar kristen.
“Dari Kementerian Hak Asasi Manusia memang mendorong untuk dilakukan penangguhan penahanan kepada tersangka. Seperti kata Pak Kapolres tadi, ada upaya penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional dan tentu berkeadilan,” tambahnya.
Menurut Thomas, penyelesaian kasus seperti ini bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk mediasi atau keadilan restoratif (restorative justice).
“Jadi mencari keadilan itu banyak upaya dan caranya termasuk tadi ada yang bertanya soal restorative justice, dilakukan upaya mediasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) KemenHAM Jawa Barat, Hasbullah Fudail, berharap kasus ini bisa berakhir damai.
Dia menyebut para tersangka terlibat karena kesalahpahaman.
"Kami sudah menggali informasi dan melihat bahwa para tersangka ini tidak mengetahui secara utuh persoalan yang terjadi," ucap Hasbullah.
(TribunJakarta.com/Kompas.com).
Akses TribunJakarta.com di Google News atau WhatsApp Channel. Pastikan Tribunners sudah install aplikasi WhatsApp ya
| VIRAL Pelajar Terkapar Terluka Parah di Grogol, Polisi Belum Bisa Pastikan Korban Begal atau Tawuran |
|
|---|
| 'Aku Sudah Gak Kuat' Ucap Dokter Myta dengan Nafas Sesak Sebelum Meninggal, Kerja Tak Pernah Libur |
|
|---|
| Lita Gading Semprot Wakil Kepala BGN soal Kritik MBG: Jangan Tuduh Influencer Cari Viral |
|
|---|
| Viral Aksi Motovlogger Fajri Azriyal Halangi Pemotor Lawan Arah di Cilincing, Sampai Diajak Ribut |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Skakmat Guru SMKN 2 Garut yang Potong Paksa Rambut Siswi 'Yang Jadi Problem Apa?' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Dok-Polda-Jabar-dan-Youtube-Mahfud-MD-Official.jpg)