Banjir Jakarta

Soroti Banjir di Jakarta Selatan, DPRD Minta Pemprov DKI Segera Cari Solusi Luapan Kali Krukut

Soroti Banjir di Jakarta Selatan, DPRD Minta Pemprov DKI Segera Cari Solusi Luapan Kali Krukut

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Pebby Adhe Liana
ISTIMEWA
BANJIR DI JAKSEL - anjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta Selatan pada awal pekan ini menuai sorotan dari Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan. Berdasarkan data yang dirilis Databoks, sebanyak 20 RT di wilayah Jakarta Selatan terendam banjir pada Selasa (8/7/2025) pagi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta Selatan pada awal pekan ini menuai sorotan dari Anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan.

Berdasarkan data yang dirilis Databoks, sebanyak 20 RT di wilayah Jakarta Selatan terendam banjir pada Selasa (8/7/2025) pagi. Dua kecamatan yang paling terdampak adalah Mampang Prapatan dan Pasar Minggu.

“Banjir kemarin turut mengenai daerah Mampang Prapatan dan Pasar Minggu. Di sana, kondisinya lumayan parah, bahkan di Kelurahan Bangka tinggi air sempat mencapai 100 cm,” kata August kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

August mengatakan, selain data resmi, laporan dari warga juga menyebutkan bahwa genangan air terjadi di sejumlah titik lainnya dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

“Banjir kembali menjadi persoalan kolektif yang dihadapi warga Jakarta Selatan. Banyak yang terdampak dan ini sangat meresahkan,” sambungnya.

Salah satu penyebab utama banjir kali ini disebut berasal dari luapan Kali Krukut, yang tak mampu menahan debit air akibat hujan deras dan air kiriman dari hulu.

“Kali Krukut meluap, dan bisa jadi banjir ini juga merupakan banjir kiriman dari daerah hulu yang memperparah curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir,” jelas August.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi di sekitar Kali Ciliwung yang turut mengalami banjir parah, terutama di kawasan Kelurahan Cililitan, Jakarta Timur.

“Tinggi air di Cililitan bahkan ada yang sampai 120 cm. Ini menunjukkan bahwa dampak luapan sungai semakin meluas dan makin mengkhawatirkan,” ujarnya.

Menurut August, kejadian ini harus dijadikan momentum bagi Pemprov DKI untuk lebih serius menggarap solusi jangka panjang, khususnya dengan memperhatikan kondisi wilayah hulu.

“Kita tidak bisa terus-menerus menyalahkan hujan atau air kiriman. Saatnya kita bergerak dari hulu: perbanyak daerah resapan, perkuat dinding penahan, dan pastikan aliran air lancar ke hilir,” tegasnya.

Ia menilai, selama ini penanganan terhadap kurangnya ruang terbuka hijau dan daerah resapan masih belum maksimal.

“Permasalahan seperti minimnya ruang hijau dan wilayah serapan air harus segera ditangani. Jangan tunggu Jakarta terendam lagi,” tegasnya.

August mendesak agar Pemprov DKI segera menyusun strategi konkret dan terukur agar banjir yang terus berulang sejak awal tahun ini bisa dicegah ke depannya.

“Masyarakat kita sudah terlalu sering jadi korban. Mereka lelah dan ingin solusi nyata. Jangan biarkan banjir jadi rutinitas yang tak pernah selesai,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved